Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

8/19/10

Penyebab Payudara Kendur

KOMPAS.com -  Saat perempuan mencapai usia tertentu, payudaranya akan mengendur. Hal itu wajar karena kelenjar susu mengecil, sehingga ada ruang kosong dalam kulit pembungkus payudara.

Kekenduran itu juga bisa diakibatkan perubahan tubuh yang drastis, sehingga lemak dalam payudara berkurang. Sementara kondisi itu tidak disertai mengecilnya kulit pembungkus payudara.

Seorang insinyur pesawat terbang kelahiran Newport, Texas, Amerika Serikat, Ir. N.O. Brantly menyatakan, seperti pesawat terbang, tubuh manusia juga terkena hukum gravitasi. Bagian tubuh itu terutama yang menonjol dan tidak disangga, misalnya oleh otot atau tulang. Tonjolan yang dimaksud adalah payudara.

Pendapat tersebut dibenarkan Dr. Melissa S. Luwia, MHA, dari Yayasan Kanker Indonesia.  Karena menonjol dan tidak punya otot, payudara sangat terpengaruh gaya gravitasi. Itu sebabnya, menggantungnya (suspensi) organ ini mesti disangga oleh alat tertentu. Alat itu biasa kita sebut bra, kutang, penyangga payudara, atau BH (breast holder).

Menurut Brantly, BH justru merupakan penyebab terbanyak yang membuat payudara tidak indah. Sayangnya, tidak banyak perempuan yang menyadarinya. Mereka tidak tahu, seperti apa BH yang terbaik untuk menunjang keindahan payudara.  

Berikut beberapa faktor penyebab turun dan kendurnya payudara selain hal-hal yang sudah disebut.

1.  Melahirkan dan menyusui. Ukuran payudara semakin berkembang seiring dengan usia kehamilan. Membesarnya payudara membuat massanya bertambah. Akibatnya, tarikan ke bawah semakin kuat.

2. Terlalu besar dan terguncang. Mirip dengan kasus ibu menyusui. Massa payudara mempengaruhi tarikan gravitasi. Semakin besar massa, semakin besar juga gaya gravitasinya, apalagi kalau payudara selalu terguncang, khususnya pada para atlet.

3. Tidak ada penyangga. Membiasakan diri tanpa BH akan menyebabkan kendur, apalagi bila ukuran payudara tergolong besar.

4.  Kebiasaan buruk. Tidur miring bisa membuat payudara kendur. Ini bisa dijelaskan dengan teori gravitasi bumi. Pada tidur miring, payudara tidak ada yang menyangga sama sekali, kecuali oleh BH. Berbeda dengan tidur telentang, karena payudara disangga oleh tubuh.

5.  Penyakit. Penyakit seperti TBC (tuberkulosis) atau kanker bisa mengakibatkan payudara menjadi kecil, kendur, atau turun. Ini karena virus dan sel ganas yang merusak organ tubuh.

6.  Kurang gizi. Walau konsumsi makanan bergizi lebih berguna untuk mengencangkan kulit, faktor ini sangat penting. Penyakit seperti TBC atau kanker bisa muncul akibat kurang gizi. Makanan seperti kubis, kacang kedelai, tempe, susu kedelai, dan bawang putih sangat bagus untuk mencegah kanker payudara.

7.  Perlakuan kasar. Setiap inci dari tubuh kita harus diperlakukan secara halus, apalagi payudara. Perlakuan kasar seperti meremas-remas terlalu kuat, sangat menentukan keindahan payudara. Juga bila kita menggunakan BH yang membuat payudara tertekan, terjepit, dan lain-lain.

8.  Kesalahan memakai BH. BH terlalu kecil, terlalu kencang, atau dibuat dengan bahan tidak bagus, bisa menyebabkan payudara tidak sehat. Akibatnya, payudara menjadi kendur dan turun.

12/18/08

Kesehatan Fisik dan Ereksi Normal

Banyak jenis dan tingkat normalitas kesehatan fisik. Berbagai faktor fisik tersebut dibagi atas:

1. Hormonal,
2. Neurologis,
3. Suplai darah, dan
4. Kesehatan fisik umum.

a. Hormonal
Banyak jenis hormon yang dibutuhkan untuk mendapatkan ereksi yang normal. Tetapi hormon yang utama ialah testosteron. Testosteron mempengaruhi otak atau susunan syaraf pusat untuk memberi libido (nafsu), sekaligus membuat syaraf-syaraf pancaindera sensitif terhadap stimmulasi seks.

Dengan testosteron yang cukup, seluruh pancaindera akan aktif menerima stimulasi seks. Demikian juga otak akan lebih sensitif menerima impuls, mengolah dan menyalurkannya. Bila mata melihat wanita cantik, akan timbul perasaan tertarik. Bila telinga mendengar suara wanita yang enak didengar, akan menimbulkan gairah. Bila hidung mencium wangi wanita, timbul rasa tertarik.

Demikian juga bila permukaan kulit bersentuhan dengan lawan jenis akan terasa nikmat. Hal itu terjadi karena pengaruh hormon testosteron.

Pada orang muda di mana semua bagian-bagian badan masih segar dan hormon testosteron masih tinggi, respons seksual dengan ereksi yang kuat dan perasaan gairah yang tinggi langsung terjadi bila mendapat stimulasi seksual secara kombinasi misalnya melihat wanita cantik dari dekat sambil berbicara dan mendengarkan suaranya yang merdu sekaligus tercium wangi dari tubuhnya. Jelas fungsi testosteron dalam ereksi penis adalah vital.

Tanpa testosteron yang cukup (2,5 mg/mililiter sampai 11,OOmg/mililiter) ereksi yang kuat tidak mungkin dicapai.
- Testosteron dalam tubuh terdapat sebagai: - Free testosteron: 1% sampai 3%,
- Testosteron terikat pada albumin: 38%, dan
- Testosteron terikat pada sex hormone binding globulin (SHBG): 60%

Antara 90% sampai 95% testosteron dihasilkan oleh interstitial (leydig) cells di testis. Konsentrasi testosteron dalam darah bersifat sirkadian, artinya konsentrasi testosteron lebih tinggi pada pagi hari lalu bergelombang waktu siang dan sore hari.

Efek utama ialah di susunan syaraf pusat untuk libido dan sensitivitas atau respons seksual di permukaan tubuh (kulit) serta susunan syaraf. Makin besar konsentrasi testosteron dalam darah, malin sensitif susunan syaraf terhadap stimulasi seksual yang didapat. Bila jumlah testosteron dalam darah berkurang, libido seksual akan berkurang. Walaupun libido masih cukup, impuls seksual tidak ditransmisikan ke organ seks sehingga ereksi tidak terjadi. Bila testosteron cukup, impuls seksual akan cepat ditransmisikan dan penis akan memberi reaksi yang cepat berupa ereksi yang keras.

b. Neurologis
Penis dipersyarafi syaraf otonom (parasimpatis dan simpatis). Syaraf bersambung dari otak (hipotalamus) turun ke kolumna vertebralis dan ke luar dari vertebra sakralis 2-4 (S2-4) masuk ke pinggul dan menyatu dengan syaraf simpatis ke pleksus bipogastrika lalu membentuk nervus kavernosus yang membentuk syaraf di korpus kavernosa terutama otot-otot polos di trabekel. Syaraf inilah yang memegang peran untuk relaksasi.

Syaraf inilah yang memegang peran untuk relaksasi otot-otot polos sehingga terjadi pengisian darah ke korpus kavernosa untuk menimbulkan ereksi. Bila terjadi kerusakan di sistem syaraf ini, maka akan langsung mengalami disfungsi ereksi yang sulit disembuhkan.

c. Suplai darah
Untuk mencapai ereksi penis yang keras dibutuhkan sirkulasi darah yang lancar atau pembuluh darah arteri yang berfungsi normal. Sumber darah yang mengalir ke dalam penis berasal dari arteria pudenda internal.

Arteri ini bercabang 3 yakni 2 cabang di kiri-kanan arteria penis profunda (arteria kavernosa) yang mengalirkan darah ke kedua korpus kavernosa kiri dankanan. Masing-masing arteria ini bercabang-cabang menjadi arrteria helicina yang banyak mensuplai darah ke sinusoid.

Satu cabang lagi dari pudenda interua tadi, menjadi arteria bulbo uretralis yang mengalirkan darah ke korpus spongiosum. Dilatasi arteri-arteri inilah yang membawa darah ke sinusoid dan terjadi pembesaran dari kedua korpus kavernosa maupun korpus spongiosum sehingga terjadi ereksi penis.

Adanya kerusakan terutama karena atberosclerosis (pengapuran) dari arteri-arteri di penis akan menyebabkan ereksi penis yang keras menjadi sulit diperoleh.

d. Kesehatan fisik umum
Kekuatan fisik seluruh tubuh, dibutuhkan untuk mendukung ereksi penis. Penis adalah organ yang menyerupai balon. Bila penis terutama korpus kavernosa diisi penuh dengan darah, maka penis akan ereksi. Bila badan tidak mampu mengalirkan darah yang cukup maka penis akan mengecil. Untuk itu diperlukan fungsi tubuh yang normal sehingga badan mampu mengalirkan darah yang cukup. Sedikit saja fisik mengalami kelemahan misalnya adanya gangguan di organ-organ seperti ginjal, hati, perut dan lain-lain akan mengganggu tercapainya ereksi penis yang keras.

Saat melakukan koitus, badan akan bergerak-gerak terus-menerus, mendorong dan menarik penis di dalam vagina dan penis harus selalu ereksi terus sampai tercapai ejakulasi. Untuk mendukung ereksi penis yang terus keras, dibutuhkan kesehatan semua organ di samping kesehatan dan kebugaran tubuh secara umum. Bila salah satu organ terganggu ereksi pun akan terganggu atau menurun. Bila fisik umum tidak sehat atau tidak segar, ereksi akan terganggu. Kesehatan dan kebugaran organ-organ seluruh tubuh akan menghasilkan ereksi penis yang keras dan bertahan sampai ejakulasi.

12/12/08

Seks Cegah Resiko Serangan Jantung

Hubungan seksual sangat menyehatkan, terbukti menurut penelitian yang dilakukan Universitas Queen terhadap kesehatan radiovascular, menyebutkan bahwa melakukan hubungan seks sebanyak tiga kali atau lebih secara rutin selama seminggu, laki-laki mampu menurunkan resiko serangan jantung atau stroke.

Dalam laporannya ini asisten penulis penelitian tersebut, Shas Ebrahim, seperti dilansir Forbes, menunjukan hubungan terbaik ialah berdasarkan kesepahaman, "Hubungan yang ditemukan antara frekuensi hubungan seksual dan kehidupan merupakan kepentingan umum."

Hingga sangat penting melakukan hubungan seks berdasarkan saling memahami.

12/8/08

Penis Bangun di Pagi hari

Bisa tidaknya Mr.P berkokok di pagi hari dapat menentukan sehat atau tidaknya senjata seorang pria. Kendati bukan tolok ukur utama namun ereksi di pagi hari bisa digunakan mengetes fungsi alat genital kaum Adam.

Banyak faktor yang bisa membuat seseorang dapat mengalami morning erection. Ivan (35) dan Ritha (32) adalah pasutri metropolis. Mereka telah menjalani pernikahan selama 5 tahun ini. Kendati keduanya sama-sama sibuk, namun sehari-harinya tetap terlihat harmonis.

Pasutri ini mengakui kalau frekuensi berhubungan intim sama sekali tidak terpengaruh dengan kelahiran buah hatinya. Sesibuk apa pun pekerjaan di kantor keduanya tetap akan menyisakan waktu untuk memadu kasih.

Pasangan muda ini sama-sama menyadari kalau aktivitas seks bisa semakin menumbuhkan rasa cinta di antara mereka. Dalam setiap minggunya mereka meluangkan waktu untuk saling mencumbu pasangannya. Mereka sama sekali tidak pernah merencanakan waktu untuk bercinta. Biasanya hal itu terjadi secara spontanitas saja.

Seperti halnya pasangan lain, melakukan aktivitas seks di malam hari sudah merupakan hal jamak. Bagi keduanya, kegiatan intim menjelang tidur malam adalah sebuah aktivitas stress release. Dengan melakukan kegiatan tersebut segala kepenatan bisa dilepaskan.

Pada akhirnya mereka berdua dapat kembali beraktivitas keesokan harinya dengan penuh kesegaran. Tidak mengherankan jika frekuensi intim pasutri ini lebih banyak dilakukan di malam hari. Bahkan bisa dibilang aktivitas seks menjelang tidur merupakan waktu favorit pasangan ini.

Kendati demikian pasutri ini mengakui juga kalau aktivitas seks tidak selalu harus dilakukan di malam hari. Menurut mereka, keinginan yang timbul secara spontan membuat kegiatan intim bisa dilakukan kapan saja. Kalau lagi weekend terkadang mereka melakukan hubungan siang hari. Dan kegiatan ini tidak pernah dilakukan dengan perencanaan sebelumnya. Melakukan kegiatan seks siang hari di saat libur kerja adalah sebuah refreshing yang tak ternilai harganya.

Namun diakui, salah satu bentuk aktivitas spontan yang sesekali yang disukai adalah bercinta di pagi hari. Biasanya kegiatan intim ini dilakukan tidak lama setelah bangun tidur.

Gejala morning erection bagi kaum pria adalah normal. Bahkan bisa tidak seseorang ereksi di pagi hari dapat dijadikan sebagi indikator Mr P masih berada dalam keadaan normal atau tidak.

Jika seseorang mengalami ereksi di pagi lalu tidak dilanjutkan dengan aktivitas seks, maka hal tersebut tidak akan membahayakan yang bersangkutan.

12/7/08

Mengukur Tingkat Disfungsi Ereksi

Mengukur Tingkat Beratnya Disfungsi Ereksi Menggunakan Index IIEF

Ukuran berat ringan disfungsi ereksi banyak dipakai di klinik-klinik pengobatan. Sifatnya lebih kualitatif sehingga sulit dipakai untuk penelitian. Dalam penelitian dibutuhkan pengukuran yang lebih tepat. Untuk itu telah diciptakan suatu instrumen berupa questionaire sebagai pengukur.

Dengan mengisi questionaire ini dokter atau pasien sendiri dapat mengetahui berat ringannya disfungsi ereksi yang dialami. Walaupun alat ini hanya mengukur performa ereksi dan bukan penyebabnya, tetapi bisa memberi informasi keadaannya. Dengan demikian dokter dan pasien mempunyai suatu tolok ukur yang sama untuk menentukan keadaan.

Selanjutnya dokter dapat membuat rencana tindakan. Bila dengan pengukuran dapat diketahui bahwa tingkat beratnya disfungsi ereksi masih ringan atau sedang, maka pasien akan lebih gembira dan berpengharapan bahwa gangguan disfungsi ereksi yang dialami akan lebih mudah sembuh dan memerlukan waktu pengobatan yang lebih singkat. Bila kelihatan dari pengukuran bahwa keadaannya berat, diharapkan dokter maupun pasien akan lebih serius dalam pengobatan.

Instrumen ini disebut IIEF (International Index Of Erectile Function, Lq Rosen Raymond C., Riley Alan, Wagner Gorm et al 1997) atau biasa disingkat Index IIEF. Instrumen ini diciptakan oleh suatu committee dan karena sangat luas dan rumit kemudian disederhanakan sehingga lebih mudah dipakai sebagai berikut.

Dari 15 pertanyaan pada index IIEF, kemudian akan diambil lima pertanyaan yang dianggap cukup mewakili semua pertanyaan, sehingga index ini disebut IIEF-5.

Penentuan berat ringannya disfungsi ereksi dengan cara di atas sangat membantu untuk tujuan penelitian. Penerapannya di klinik atau praktik agak sulit. Di klinik lebih dipentingkan sejarah atau perkembangan disfungsi ereksi dari permulaan sampai saat konsultasi. Di samping itu perlu juga diketahui penyakit-penyakit atau gangguan lain yang mungkin menjadi penyebab atau penyerta.

Selanjutnya penting pula ditanyai bagaimana pola hidup penderita serta hubungan suami istri. Dengan cara demikian dokter atau terapis akan mengetahui lengkap tentang disfungsi ereksi yang dialami ditambah hampir seluruh latar belakang hidupnya. Dapat pula ditentukan berat ringannya disfungsi ereksi, program pengobatan dan prognosa atau kemungkinan tercapainya kesembuhan.

12/4/08

Organ Sex Tetap Sip Meski Lama tak "Dipakai"

Ibaratnya sekalipun puluhan tahun tak melakukan hubungan seks, asalkan belum menopause dan andropause, organ seks kita tetap sip, kok.

Banyak orang khawatir, kalau lama tak melakukan hubungan intim maka organ intim kita akan karatan! Atau jangan-jangan tak bisa merasakan nikmatnya hubungan intim lagi.

Kekhawatiran ini dinilai Dr. Ayub Sani Ibrahim, sebagai hal yang tak masuk akal. Menurutnya, sekalipun hingga 10 tahun organ seks kita tidak digunakan untuk berhubungan intim dengan pasangan, tak akan jadi masalah.

"Kalau perabot kita itu terbuat dari logam, seperti onderdil atau spare part kendaraan bermotor, bisa jadi karatan karena jarang di tune-up. Tapi, kan, organ seks manusia, baik milik perempuan ataupun laki-laki, bukan logam atau onderdil kendaraan." Jadi, lanjut psikiatri dari RS Pondok Indah ini, tidak akan mungkin karatan.

HUKUM ALAM

Lain halnya jika kita telah berusia lanjut, semisal di atas 60 tahun. Di usia ini, kebutuhan terhadap seks, baik pada pria maupun wanita, tidak primer lagi melainkansudah masuk dalam tahapan kasih sayang.

"Maka dari itu, kebanyakan di usia ini hanya melakukan hubungan seks satu kali dalam sebulan." Tapi, lanjut Ayub, organ seks mereka tidak akan rusak atau menderita gangguan tertentu. "Hanya saja mungkin karena faktor usia yang telah lanjut, ketegangan penis atau ereksinya tidak sekuat kala malam pertama. Begitu juga pada wanita, vaginanya mulai kering atau lubrikasi vagina sudah mulai berkurang."

Hal ini, papar Ayub, wajar terjadi. Pasalnya, proses produksi hormon seksual, testosteron pada pria dan estrogen pada wanita, di usia itu mulai berkurang. Sekalipun gairah seksual tetap ada. "Jangankan hormon yang tidak bisa kita lihat secara langsung, kulit kita saja akan mengendur atau keriput, kering, dan tipis. Begitu pun rambut, mulai memutih. Otot-otot juga melemah, serta sendi-sendi menjadi kaku."

Begitu juga dengan faktor psikologis, kepribadian bisa berubah menjadi egois, kaku, dependent, dan kurang bertoleransi. "Bahkan dapat pula terjadi regresi, muncul sifat kekanak-kanakkan, pelupa, daya perhatian dan konsentrasi menurun."

Tapi untuk masalah organ intim, papar Ayub, tetap utuh sekalipun tidak se-tokcer kala berusia 20-30 tahun. Untuk pria, papar Ayub,akan mengalami penurunan. Frekuensi hubungan seksual menurun, pencapaian ereksi penuh melambat, kekuatan ereksi menurun, serta cairan ejakulasi berkurang dengan daya semprot melemah. Sedangkan pada wanita, terjadi menopause, buah dada menipis, rahim dan indung telur menciut, vagina kehilangan elastisitas serta mudah terinfeksi, katup kantung air seni melemah dan dapat terjadi inkontinensia urin, serta kepekaan terhadap rangsangan menurun.

Kalau sudah tiba waktunya, biasanya di atas usia 60 tahun, sekalipun sejak malam pertama hingga sebelum datangnya masa tua kita melakukan hubungan seks secara teratur dan dengan frekuensi yang sama, menurut Ayub, kemampuan seks kita akan melemah dan menurun dengan sendirinya. "Itu sudah merupakan hukum alam."

TAK PERLU OBAT KUAT

Jadi, tegas Ayub, untuk pasangan muda 25-30 tahun, sekalipun mereka lama tidak melakukan hubungan seks, entah karena si suami bekerja di tempat yang terpencil dan baru bisa pulang ke rumah 2 bulan sekali atau hal lainnya, saat melakukan hubungan seks kembali dengan istri, organ seks tidak akan mengalami perubahan sama sekali. Dari mulai ereksi, penetrasi, hingga orgasme, tetap seperti biasa. "Kecuali jika di antara mereka ada yang sakit atau penyebab lainnya yang bisa mengganggu organ seksnya, pada wanita siklus menstruasinya tidak teratur atau klimakterium, misalnya."

Sama juga jika suami atau istri yang baru berusia 30 tahun, karena satu dan lain hal tidak bisa melakukan hubungan seks dengan pasangannya, ditinggal meninggal, dan baru saat dia berusia 45 tahun, misalnya,kembali menikah, papar Ayub, tidak akan mengalami gangguan sama sekali pada organ seksnya. "Tetap bisa ereksi dengan cepat, melakukan penetrasi dengan sempurna, dan bisa orgasme seperti biasa dengan daya semprot yang tetap yahud. Bahkan frekuensi dan gairah berhubungan seks pun, kalau mereka mau, bisa saja seperti dulu, satu hari sampai 3 kali, misalnya."

Begitu juga halnya dengan rasa, tetap akan sama seperti halnya saat dia pertama kali melakukan hubungan seks. "Jangankan baru 10tahun, 20 bahkan 30 tahun tidak digunakan pun, untuk soal rasa tetap akan sama." Hanya saja kalau pada wanita yang sudah menopause, dia harus mendapat bantuan obat sebagai lubrikasi pada vaginanya. "Tapi kalau pada pria, tak perlu obat-obatan, sekalipun ereksinya lamban."

Mengapa demikian? Tak lain, "Karena organ seks kita tidak berubah sama sekali, pada pria tetap penis dan pada wanita, vagina. Selain itu, yang mempengaruhi soal seks dan organ seks adalah hormonal dan usia, bisa juga karena kecelakaan dan psikologis. Jadi, bukan karena lamanya tidak digunakan."

Karena itu, pesan Ayub, tak usah repot-repot mencari obat-obatan atau terapi, baik secara medis ataupun alternatif, gara-gara takut organ seks karatan dan tak "macho" atau tak "seelastis" dulu lagi. "Buat apa capek-capek ngurusinbegituan. Malah, bisa jadi karena perasaan khawatir itulah,justru bikin organ seks terganggu."

Pakai obat-obatan sehebat apa pun, papar Ayub, kalau memang sudah waktunya harus berakhir, bisa dipastikan hal itu akan terjadi, sehingga obat-obatan tersebut percuma saja. Penis si pria akan lamban ereksi serta kekuatan ereksinya mulai menurun, sementara pada wanita, vaginanya sudah mulai mengkerut dan lubrikasinya berkurang.

Jadi, Bu-Pak, anggapan yang menyatakan bahwa kalau organ intim kita lama tidak dipakai akan menyebabkan pada pria loyo, tidak jantan, ejakulasi dini dan pada wanita berupa frigid,kesakitan saat melakukan hubungan seks kembali, adalah salah besar.

11/30/08

Hamil dan Libido

Jika Anda hamil ada dua kemungkinan berkaitan dengan gairah seksual Anda, meningkat atau justru menurun dengan drastis. Keduanya dipengaruhi hormon estrogen, namun penjelasan mengapa wanita yang satu bisa meningkat sedang yang lainnya menurun sangatlah psikologis dan individual sifatnya. Keharmonisan keluarga, latar belakang psikologis dan beberapa hal lainnya bisa saja menjadi sebab.

Namun bukan hal itu yang akan dibahas melainkan apakah wajar jika Anda hamil namun gairah dan keinginan untuk berhubungan intim semakin gencar, padahal banyak pendapat yang menyatakan bahwa itu bisa saja membahayakan janin.

Menurut seorang dokter kandungan, penurunan atau peningkatan gairah seksual itu adalah hal normal. Jika Anda mengalami peningkatan gairah seksual kala hamil, menurut dokter bisa dikarenakan kondisi hubungan Anda sehat dan saling memuaskan. Terlebih lagi jika trimester pertama yang menyebalkan sudah Anda lewati, tak heran jika hubungan seks justru semakin hot karena kemungkinan Anda untuk mencapai orgasme lebih mudah.

Namun terkadang masalah muncul karena pria atau pasangan Anda tidak memiliki hasrat yang sama. Kadang pria beranggapan hubungan intim akan melukai dan menekan janin, mereka jadi ekstra hati-hati dan menahan diri. Kenyataan ini tentunya tidak nyaman untuk Anda.

Anda tidak perlu risau dan stres jika menghadapi masalah ini, karena masturbasi pada prinsipnya tidak dilarang dan yang penting tidak akan menyakiti Anda atau bayi Anda. Jika Anda suka ingin menggunakan vibrator, itu sah saja selama tidak Anda ditempatkan pada vagina. Pelumas seperti jelly atau astroglide juga baik. Kecuali jika Anda memiliki kecenderungan kelahiran prematur, Anda harus menghentikan sementara berbagai hal yang memancing orgasme termasuk masturbasi dan hubungan intim.

11/28/08

Meningkatkan Kesuburan

Kompleks, peran pria dalam proses pembuatan bayi. Pria tidak hanya bertugas memproduksi sperma, tapi lebih dari itu sperma harus menuju ke arah yang tepat ke dalam vagina wanita dan rahim. Jika selamat sampai disana, sperma harus cukup kuat untuk berenang ke fallopian tube (pembuluh telur ke kandungan rahim) dan bertemu dengan telur.

Umumnya, proses reproduksi ini berjalan dengan normal. Jika anda menginginkan keturunan, asumsikan bahwa sistem reproduksi anda bekerja dengan baik. Kemungkinan sekali berhubungan seksual bisa berhasil terjadi kehamilan atau harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan keturunan. Untuk itu pasangan suami istri dapat melakukan beberapa langkah untuk meningkatkan kesempatan terjadinya kehamilan.

Terjadinya pembuahan membutuhkan sperma yang sehat. Definisi sperma yang sehat adalah bentuk sempurna, lincah dan mempunyai gerakan cepat. Anda membutuhkan paling tidak 20 juta sperma per mililiter dari semen (air mani, cairan yang keluar saat ejakulasi). Jika gerakan sperma pelan atau bentuknya tidak lengkap atau berenang menuju arah yang salah, maka terjadi kesulitan dan kegagalan dalam pembuahan.

Sperma yang diproduksi testis, membutuhkan suhu yang rendah, kondisi yang cocok bagi perkembangan sperma. Suhu dalam tubuh yang normal sebenarnya masih terlalu tinggi bagi sperma untuk berkembang secara normal.

Selama berhubungan seksual, saat ejakulasi penis mengeluarkan air mani. Sperma hanya sebagian kecil porsi dari air mani, tapi dalam sekali ejakulasi, sperma bisa mencapai seperempat miliar sampai 1 miliar. Tiap sperma mempunyai ekor panjang untuk mempermudah gerakan maju ke depan. Walaupun dalam jumlah miliar-an sperma bisa diproduksi, hanya 200 atau kurang yang mampu mencapai telur di fallopian tube. Dan umumnya hanya satu yang akan membuahi telur.

Jika anda menginginkan bayi, dibutuhkan tubuh sehat dan sperma yang memiliki gerakan cepat. Jika anda kesulitan untuk mempunyai keturunan, bisa dicoba tips berikut seperti yang termuat di Mayo Foundation for Medical Education and Research.

Meningkatkan kesuburan

Suhu yang sejuk Untuk memproduksi sperma sehat, suhu testis harus lebih dingin dari suhu normal tubuh. Untuk itulah mengapa buah zakar yang di dalamnya terdapat testis diciptakan menggantung di luar tubuh. Untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas sperma, hindari sauna/mandi uap atau berendam air panas.

Jangan merokok. Merokok dapat menambah resiko kesuburan dan disfungsi ereksi pada pria. Sperma dari pria perokok yang menghabiskan 1 atau 2 bungkus rokok per hari dapat menyebabkan masalah pernafasan bayi anda. Jika tidak ingin merusak pernafasan bayi anda, sekarang waktu yang tepat untuk berhenti merokok.

Hidup sehat, istirahat cukup dan minimalkan stress. Makan dengan makanan sehat dan pola makan teratur, istirahat cukup dan minimalkan stress akan membantu produksi dari hormon yang mempengaruhi perkembangan sperma dan produksi testosteron di testis.

Alkohol dan obat bius. Alkohol berpengaruh buruk pada kualitas dan kuantitas sperma, mengurangi produksi testosteron dan mempunyai kontribusi pada disfungsi ereksi. Penyalahgunaan obat bius akan mengurangi kerapatan dan kemampuan gerakan sperma serta menambah jumlah sperma yang abnormal. Selain itu menjadi penyebab disfungsi ereksi dan hilangnya libido.

Hindari materi beracun. Hindari kontak dengan racun kimia dan hindari menghirup bau dari zat kimia seperti pestisida, herbisida, cat, pernis kayu, lem, dan logam berat.

Konsultasi dengan dokter resep obat yang diminum. Beberapa resep obat untuk pengobatan suatu penyakit mempunyai efek memperlambat produksi sperma. Konsultasikan dengan dokter sebelum menerima resep obat. Kemoterapi atau terapi radiasi dapat menyebabkan ketidaksuburan temporer atau permanen. Jika anda harus menjalani prosedur ini, konsultasikan dengan dokter untuk solusi terbaik.

11/13/08

Penyakit Lewat Hubungan Seksual

Bila setiap orang Amerika penderita penyakit-penyakit yang menular lewat hubungan seksual dipindahkan ke Kanada, jumlah mereka akan lebih dari dua kali jumlah penduduk negara tetangga Amerika Serikat itu.

Kira-kira 40 juta orang Amerika telah tertular penyakit-penyakit lewat hubungan seksual (sexually transmitted diseases atau STD). Tiap tahun, kasus baru STD mencapai 12 juta, artinya, setiap hari ada 33.000.

"Ini epidemi yang sangat meresahkan," kata Peggy Darke, ketua American Social Health Association di Research Triangle Park, North Carolina.

Kebanyakan STD dapat disembuhkan, walaupun makin lama penyakit ini dibiarkan, makin besar kemungkinan Anda akan menderita cacat fisik dan mental yang sulit dipulihkan, bahkan permanen. Anda juga harus sadar bahwa STD sering tidak menimbulkan gejala dan dapat bersembunyi dalam tubuh selama bertahun-tahun sehingga si penderita tanpa sadar akan menulari orang lain.

Yang terbaik adalah tidak berganti-ganti pasangan. Tetapi, bila Anda melakukannya, secara sembunyi-sembunyi, karet kondom mungkin paling balk untuk menghindar dari tertular STD atau menularkannya kepada orang lain. Bila Anda mengalami luka, lepuh, ruam-ruam di sekitar daerah kemaluan, atau kencing nanah, segera periksakan kelainan itu kepada dokter.

Centers for Diseases Control and Prevention di Atlanta telah mengidentifikasi lebih dari 50 organisme dan sindrom yang ditularkan melalui hubungan seksual. Berikut ini beberapa yang paling umum.

Herpes genital. Hampir 31 juta orang Amerika, satu per enam jumlah penduduk Amerika-pernah menderita herpes genital. Herpes, yang disebabkan oleh virus herpes simplex tipe 2, adalah infeksi seumur hidup yang menyebabkan lecet-lecet pada alat kelamin yang biasanya datang dan pergi. Ada pria yang tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi mereka tetap bisa menulari orang lain. Acydovir (Zovirox), sebuah obat yang diresepkan, dapat meringankan gejala-gejalanya, tetapi tidak menyembuhkan. Lecet-lecet karena herpes atau STD lain juga meningkatkan risiko tertular AIDS, karena virus penyakit ini dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh melalui luka-luka kecil tadi.

Sifilis. Juga dikenal dengan nama Great Imitator karena gejala-gejala awalnya mirip dengan gejala-gejala sejumlah penyakit lain. Sifilis sering dimulai dengan lecet yang tidak terasa sakit pada penis atau bagian kemaluan lain dan berkembang dalam tiga tahap yang dapat berlangsung lebih dari 30 tahun.

Secara umum, penyakit ini dapat membuat orang yang telah berumur sangat menderita, karena dapat mengundang penyakit jantung, kerusakan otak, dan kebutaan. Apabila tidak diobati, penyakit ini juga dapat menyebabkan kematian. Kira-kira 120.000 orang tertular sifilis tiap tahun. Antibiotika dapat mengobati penyakit ini tetapi tidak dapat memulihkan kerusakan yang telah ditimbulkannya.

Gonore. Penyakit ini, yang telah dikenal sejak dahulu kala, kini menyerang sekitar 1,5 juta orang Amerika, baik pria maupun wanita, setiap tahun. Meskipun sering tanpa gejala, infeksi bakteri ini dapat menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil dan mengeluarkan nanah setelah dua hingga sepuluh hari. Kalau tidak diobati, penyakit ini dapat berkembang menjadi artritis, lepuh-lepuh pada kulit, dan infeksi pada jantung atau otak. Gonore dapat disembuhkan dengan antibiotika.

Klamidia. Kondisi ini mempunyai gejala mirip gonore, walaupun bisa juga beraksi tanpa gejala. Di Amerika, klamidia termasuk yang paling dapat diobati, tetapi telah menginfeksi sekitar empat juta orang setiap tahun. Penyakit ini dapat menyebabkan artritis parah dan kemandulan pada pria. Seperti sifilis dan gonore, penderitanya dapat disembuhkan dengan antibiotika.

Genital wart. Di Amerika, kasus kutil pada alat kelamin ini rnencapai sejuta setiap tahun. STD ini disebabkan oleh sejenis virus papiloma, yang terkait dengan kanker penis serta anus. Obatnya tidak ada, walaupun kutil yang terjadi dapat dihilangkan melalui operasi atau dibakar, atau dibekukan. Akan tetapi setelah itu gejala yang sama dapat datang kembali.

Hepatitis B. Penyakit ini dapat berlanjut ke sirosis hati atau kanker hati. Setiap tahun kasus yang dilaporkan mencapai 200.000, walaupun ini satu-satunya STD yang dapat dicegah melalui vaksinasi.

11/10/08

Rokok Mengancam Kejantanan Pria

Peringatan pemerintah 'Merokok dapat merugikan kesehatan' pada setiap bungkus rokok, ternyata bukan basa-basi. Bila anda termasuk perokok berat (lebih dari satu bungkus per hari) dan sudah berlangsung lama, waspadalah. Merokok dapat mengancam kejantanan Anda!

Gara-gara rokok - yang secara keliru sering diasosiasikan sebagai simbol kejantanan - Anda mungkin bakal kehilangan kejantanan. Resiko menjadi ppria loyo di atas ranjang lebih besar diderita oleh kaum perokok dibandingkan mereka yang mengharamkan produk berasap ini.

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa merokok merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit, seperti jantung, darah tinggi, aterosklerosis (penyumbatan pada pembuluh darah), paru-paru, berbagai jenis kanker serta penurunan kualitas dan kuantitas sperma.

Walaupun demikian, simbol kejantanan yang satu ini tetap saja digemari. Sebagian besar perokok umumnya berpendapat betapa susahnya menghentikan kebiasaan ini. Mereka tidak mau berhenti merokok untuk menjaga kesehatan dan menyelamatkan nyawa mereka.

Kim Belshe dari California Department of Health Science mengingatkan, mungkin para pria perokok akan mempertimbangkan keinginannya untuk berhenti merokok secara lebih serius bila mereka diberi tahu bahwa kebiasaan itu bisa menyebabkan penurunan kejantanan.

Bagi sebagian besar pria, efek negatif rokok pada kesehatan seperti penyempitan pembuluh darah (darah tinggi), penyakit jantung, paru-paru dan gangguan sistem pernafasan lainnya, tidak begitu mereka pedulikan.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa kelompok perokok memiliki persentase kejadian disfungsi ereksi lebih berat dibandingkan kelompok yang tidak merokok. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk membuktikan pengaruh rokok terhadap disfungsi ereksi.

Dari penelitian tersebut didapatkan adanya keterkaitan antara ketegangan penis (penile rigidity) selama ereksi malam (nocturnal tumescence) berkorelasi terbalik dengan jumlah rokok yang dikonsumsi per hari. Jadi makin banyak rokok yang dikonsumsi per hari, maka ketegangan penis semakin lemah.

Penjelasan mengenai bagaimana rokok dapat menimbulkan disfungsi ereksi adalah sebagai sebagai berikut. Rokok mengandung nikotin, suatu zat yang berbahaya bagi tubuh manusia. Menkonsumsi nikotin dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan kerusakan pembuluh darah perifer (pembuluh darah tepi). Kerusakan ini dapat berupa penyempitan yang disebabkan oleh pengerasan dinding dan/ atau sumbatan pada pembuluh darah tersebut (arteriosklerosis).

Semakin tinggi kadar nikotin dalam rokok, semakin parah kerusakan yang mungkin ditimbulkan. Kerusakan pembuluh darah ini tentu akan mengurangi aliran darah ke penis dan mengakibatkan penis tidak sehat, yang akhirnya menyebabkan disfungsi ereksi.

Namun, penelitian-penelitian yang telah dilakukan juga membuktikan bahwa jika kerusakan pembuluh darah tidak parah, maka penghentian merokok dapat kembali memulihkan fungsi ereksi ke kondisi normal.


Gosok gigi sebelum PMS

Sebelum haid... gosok gigi Anda!

Perubahan hormon bisa menyebabkan radang gusi dan membuatnya lebih rentan terhadap plak, ujar Maria Ryan, Ph.D., dosen rekanan pada State University of New York di Stony Brook School of Dental Medicine.

Untuk ekstra melindungi kesehatan gigi dalam tiga sampai empat hari sebelum haid Anda:

* Gunakan sikat gigi yang lembut dan berukuran sedang. Sikat gigi yang keras bisa merusak gigi dan gusi.

* Butuh waktu dua menit untuk gosok gigi dua kali sehari. Posisi sikat gigi musti pada batas gusi, serta pusatkan pada area pertemuan gigi dan gusi. Lakukan gerakan memutar, bukan naik turun.

* Berkumur dua kali sehari. Lakukan selama 30 detik dengan obat kumur antiseptik yang bisa menumpas bakteri, namun ‘ramah’ pada gusi yang meradang.

Gunakan floss setiap hari. Ini satu-satunya cara untuk menyingkirkan sisa makanan dan plak di antara gigi Anda

11/9/08

Anatomi Penis dan Fisiologi Ereksi

Penis adalah organ seks utama yang letaknya di antara kedua pangkal paha. Penis mulai dari arcus pubis menonjol ke depan berbentuk bulat panjang. Dari pangkal ke ujung berbentuk cendawan dengan kepala penis seperti kepala cendawan tetapi bagian ujungnya agak meruncing ke depan.

Kadang-kadang orang menyebut penis berbentuk ular di mana kepala penis menjadi kepala ular atau mirip kepala ikan belut.

Pada saat istirahat, foto penis mengecil dan lembek sehingga kelihatan tergantung tidak berdaya.

Tetapi pada saat terangsang, penis akan menegang dan keras dan disebut ereksi. Ereksi yang penuh menyebabkan penis berdiri tegak ke depan atau ke atas dengan seluruh permukaan menjadi keras seperti tongkat atau batang yang tidak bisa dibengkokkan. Kondisi ini disebut ereksi penis yang normal dimana ukuran penis yang mengalami ereksi penuh berarti penis tidak bisa dibengkokkan atau ditekuk.

Panjang penis orang Indonesia waktu lembek dengan mengukur dari pangkal dan ditarik sampai ujung sekitar 9 sampai 12 cm. Sebagian ada yang lebih pendek dan sebagian lagi ada yang lebih panjang. Pada saat ereksi yang penuh, penis akan memanjang dan membesar sehingga menjadi sekitar 10 c m sampai 14 cm. Pada orang barat (caucasian) atau orang Timur Tengah lebih panjang dan lebih besar yakni sekitar 12,2 cm sampai 15,4 cm.

Bagian utama daripada penis adalah bagian erektil atau bagian yang bisa mengecil atau melembek dan bisa membesar sampai keras. Bila dilihat dari penampang horizontal, penis terdiri dari 3 rongga yakni 2 batang korpus kavernosa di kiri dan kanan atas, sedangkan di tengah bawah disebut korpus spongiosa. Kedua korpus kara kavernosa ini diliputi oleh jaringan ikat yang disebut tunica albuginea, satu lapisan jaringan kolagen yang padat dan di luarnya ada jaringan yang kurang padat yang disebut fascia buck.

Korpus kavernosa terdiri dari gelembung-gelembung yang disebut sinusoid. Dinding dalam atau endothel sangat berperan untuk bereaksi kimiawi untuk menghasilkan ereksi. Ini diperdarahi oleh arteriol yang disebut arteria helicina. Seluruh sinusoid diliputi otot polos yang disebut trabekel.

Selanjutnya sinusoid berhubungan dengan venula (sistem pembuluh balik) yang mengumpulkan darah menjadi suatu pleksus vena lalu akhirnya mengalirkan darah kembali melalui vena dorsalis profunda dan kembali ke tubuh.

Penis dipersyarafi oleh 2 jenis syaraf yakni syaraf otonom (para simpatis dan simpatis) dan syaraf somatik (motoris dan sensoris). Syaraf-syaraf simpatis dan parasimpatis berasal dari hipotalamus menuju ke penis melalui medulla spinalis (sumsum tulang belakang). Khusus syaraf otonom parasimpatis ke luar dari medulla spinalis (sumsum tulang belakang) pada kolumna vertebralis di S2-4. Sebaliknya syaraf simpatis ke luar dari kolumna vertebralis melalui segmen Th 11 sampai L2 dan akhirnya parasimpatis dan simpatis menyatu menjadi nervus kavernosa. Syaraf ini memasuki penis pada pangkalnya dan mempersyarafi otot- otot polos

Corpora Cavernosa PenisSyaraf somatis terutama yang bersifat sensoris yakni yang membawa impuls (rangsang) dari penis misalnya bila mendapatkan stimulasi yaitu rabaan pada badan penis dan kepala penis (glans), membentuk nervus dorsalis penis yang menyatu dengan syaraf-syaraf lain yang membentuk nervus pudendus.

Syaraf ini juga berlanjut ke kelumna vertebralis (sumsum tulang belakang) melalui kolumna vertebralis S2-4. Stimulasi dari penis atau dari otak secara sendiri atau bersama-sama melalui syaraf-syaraf di atas akan menghasilkan ereksi penis.

Pendarahan untuk penis berasal dari arteri pudenda interna lalu menjadi arteria penis communis yang bercabang 3 yakni 2 cabang ke masing-masing yakni ke korpus kavernosa kiri dan kanan yang kemudian menjadi arteria kavernosa atau arteria penis profundus yang ketiga ialah arteria bulbourethralis untuk korpus spongiosum. Arteria memasuki korpus kavernosa lalu bercabang-cabang menjadi arteriol-arteriol helicina yang bentuknya berkelok-kelok pada saat penis lembek atau tidak ereksi. Pada keadaan ereksi, arteriol-arteriol helicina mengalami relaksasi atau pelebaran pembuluh darah sehingga aliran darah bertambah besar dan cepat kemudian berkumpul di dalam rongga-rongga lakunar atau sinusoid. Rongga sinusoid membesar sehingga terjadilah ereksi.

Sebaliknya darah yang mengalir dari sinusoid ke luar melalui satu pleksus yang terletak di bawah tunica albugenia. Bila sinusoid dan trabekel tadi mengembang karena berkumpulnya darah di seluruh korpus kavernosa, maka vena-vena di sekitarnya menjadi tertekan. Vena-vena di bawah tunica albuginea ini bergabung membentuk vena dorsalis profunda lalu ke luar dari Corpora Cavernosa pada rongga penis ke sistem vena yang besar dan akhirnya kembali ke jantung.

11/8/08

Mekanisme Terjadinya Ereksi

Meskipun ereksi penis tampaknya terjadi dengan cepat, hal itu merupakan proses yang rumit dan membutuhkan kerja sama banyak sistem di dalam tubuh. Proses itu mulai dan otak, sistem syaraf, pembuluh darah sampai hormon turut dilibatkan dalam fungsi tubuh yang spesifik ini.

Pada saat istirahat (tanpa aktivitas seksual), pembuluh-pembuluh darah arteri di daerah Corpora Cavernosa, serta otot-otot polos di trabekel yakni sekitar sinusoid akan mengalami kontraksi (penciutan) sehingga darah yang masuk ke penis sangat sedikit. Rongga-rongga sinusoid di Corpora Cavernosa hanya terisi sedikit darah sehingga penis dalam keadaan lembek..

Ketika tubuh menerima rangsangan seksual baik melalui penglihatan, perabaan, penciuman, fantasi (khayalan) dan sebagainya, maka penerima stimulasi seksual akan segera bereaksi dan mengirim pesan kepada sistem syaraf yang dilanjutkan ke hipotalamus kemudian turun ke bawah melalui wedulla spinalis atau sumsum tulang belakang.

Selanjutnya melewati nucleus atau inti-inti syaraf otonom di S2-4 (vertebra sacralis) diteruskan ke jaringan-jaringan erektil di Corpora Cavernosa. Di dalam jaringan erectil ini, dihasilkan bermacam-macam neurotransmitter (penghantar impuls syaraf).

Salah satu yang amat berperan untuk membuat penis ereksi ialah NO (nitrogen oksida). NO dihasilkan dari oksigen dan L-Arginin di bawah kontrol sintase nitrik oksida. Sesudah terbentuk, NO dilepaskan dari neuron dan endotel sinusoid di Corpora Cavernosa. NO menembus sel otot polos yang mengaktifkan enzim yang disebut guanilyl cyclase. Guanilyl cyclase selanjutnya mengubah guanosin triphosphat (GTP) menjadi siklik guanosin Monophosphat (cGMP). Melalui beberapa proses kimiawi, cGMP membuat otot-otot polos dalam Corpora Cavernosa di dalam trabekel-trabekel dan di dalam arteriol-arteriol mengalami relaksasi sehingga seluruh pembuluh darah di Corpora Cavernosa serta sinusoid akan mengalami pelebaran atau pembesaran.

Selanjutnya rongga-rongga (sinusoid) penuh dengan darah sehingga penis mulai membesar. Rongga-rongga yang terisi itu kemudian menekan pembuluh darah balik (vena) di dekatnya sehingga darah tidak bisa ke luar dari Corpora Cavernosa dan darah terperangkap di Corpora Cavernosa dan penis tambah besar sampai keras. Selama proses itu terjadi, impuls seksual terus timbul di dalam otak dan terjadi relaksasi otot-otot polos di dinding pembuluh darah dan trabekel-trabekel sehingga terjadi dilatasi (pelebaran) pembuluh darah serta pembesaran sinusoid maka penis akan terus mengeras.

Detumescensi (Menurunkan Ereksi)
Untuk menjaga supaya ereksi tidak terjadi terus-menerus, maka cGMP harus dikurangi sehingga tidak terjadi relaksasi otot-otot polos terus menerus. Di dalam sel otot polos di dalam Corpora Cavernosa ada mekanisme tersendiri, yakni adanya 5 yang mengubah cGMP menjadi 5 guanosine wonophospbat (SGMP), sehingga jumlah cGMP berkurang.

Bila cGMP tinggal sedikit maka relaksasi otot polos akan hilang kemudian mengkerut (kontraksi) sehingga penis menjadi kecil atau kembali ke fase istirahat. Kemudian bila ada stimulasi seks, NO akan dibentuk lagi dan akhirnya cGMP akan meningkat dan otot polos akan mengalami relaksasi dan penis ereksi lagi.

Selama tidak ada stimulasi seks, penis akan tetap istirahat. NO tidak diproduksi sehingga cGMP tidak terbentuk dan penis akan tetap lembek. Demikian mekanisme ereksi, istirahat, ereksi dan istirahat dari penis manusia.

11/6/08

Membasmi Keputihan

Apa yang ampuh bagi seseorang mungkin tidak pas untuk yang lain. Ini caranya melawan keputihan:

Pertama, lakukan sedikit perubahan: Guna-kan shower ketimbang berendam dalam bak mandi, dan pakailah celana dalam dari katun.

Jika cara ini tidak berhasil, “pastikan infeksi Anda akibat bakteri,” kata Steven Sondheimer, M.D., profesor obstetri dan ginekologi di University of Pennsylvania. Kunjungan ke dokter bisa mendeteksi apakah Anda menderita bacterial vaginosis, penyakit menular kelamin (seperti trichomoniasis atau chlamydia), atau reaksi alergi terhadap produk tertentu. Bila penyebabnya diketahui, bekerjasamalah dengan dokter untuk mengembalikan keseimbangan tubuh. Beberapa tindakan lain:

Lakukan pemeriksaan diabetes
Kadar gula darah yang tinggi bisa memicu infeksi, serta berdiet dan berolahraga adalah solusi efektifnya. Bila kadar gula darah normal, membatasi asupan gula selalu bermanfaat.

Cek siklus haid Anda
Fluktuasi hormon tepat sebelum haid merupakan penyebab yang umum. Mengganti alat kontrasepsi bisa juga menolong. Alat kontrasepsi yang bisa melepaskan hormon estrogen dan progesteron secara perlahan, misalnya, bisa meningkatkan jumlah bakteri ‘baik’ dalam vagina, dan mengusir yang jahat.

Coba pengobatan lain
Berbagai kemungkinan termasuk: Terazol, obat yang dimasukkan ke dubur dan/atau krim yang lebih kuat dari jenis yang dijual bebas; pemakaian obat antijamur selama seminggu (semacam Diflucan) untuk mencegah kemungkinan kambuh; atau pengobatan dengan boric-acid (dimasukkan ke dalam dubur) untuk menjaga keseimbangan pH tubuh Anda.

Yang tidak bakal mempan: Diet yang sering direkomendasikan, seperti mengonsumsi lebih banyak yogurt, menelan pil acidophilus, atau mencoret makanan yang mengandung ragi.

11/4/08

Kesuburan Pria Menurun di Usia 40 Tahun

Usia 40 tahun adalah usia puncak bagi seorang pria. Termasuk dalam urusan seks. Seorang peneliti asal Prancis mengungkapkan bahwa kesuburan pria dan kehamilan wanita akan menurun drastis ketika mencapai umur 40 tahun.

Penelitian ini dilakukan terhadap 2.000 orang pasang yang secara rutin menjalani tes kesuburan. Dari tes yang dilakukan di dapatkan bahwa kehamilan akan gagal sebanyak 70% pada pasangan suami istri dimana sang pria telah berumur di atas 40 tahun.

Wanita-wanita yang ikut tes tersebut adalah wanita tidak subur. Mereka adalah wanita yang mengikuti program bayi tabung. Oleh karena itu maka usia calon ayah bagi bayi tersebut merupakan faktor penting bagi pasangan tersebut agar mencapai keberhasilan.

Hasil studi lain juga menyebutkan bahwa semakin tinggi usia pria maka semakin kecil pulalah kemampuannya menjadi Bapak. Hal ini disebabkan telah terjadinya perubahan pada struktur biologis dan karena adanya penurunan kemampuan seksual.

"Hasil penemuan penelitian kami untuk pertama kalinya memberikan bukti kuat faktor menurunnya kemungkinan seorang pria dapat menjadi ayah terkait erat dengan usia biologis pria," ujar peneliti tersebut.

Jika di hubungkan dengan program bayi tabung, maka tingkat keberhasilan program bayi tabung akan semakin kecil jika usia si calon ayah tinggi. Hal tersebut disebabkan dari mutu atau kualitas sperma yang dihasilkan tidak kuat. Pada wanita, kesuburan akan turun ketika usia mereka mencapai 35 tahun.

11/2/08

Faktor Situasional Dalam Seks

Faktor situasional sangat berperan penting dalam keberhasilan ereksi. Situasi yang mendukung akan lebih mudah membangkitkan gairah, libido dan menghasilkan ereksi. Pria dan wanita yang berada dalam satu kamar yang tenang, tidak ada yang mengganggu akan membuat jiwa lebih ingin menikmati seks dan menghasilkan ereksi.

Perhatian mereka akan terfokus pada pasangannya saat bercumbu. Mereka merasa aman, tidak ada yang akan mengetahui apa yang sedang mereka lakukan. Untuk itulah sebagian besar pasangan suami istri melakukan koitus pada waktu malam sesudah anggota keluarga tidur semua. Orang tidak ada lagi yang berada di kamar tengah, dan tidak ada suara yang kedengaran.

Dalam keadaan sunyi konsentrasi bisa terfokus tanpa takut terganggu. Sebagian pria dan wanita yang berada di dalam kamar yang tertutup tetapi di sekitarnya banyak suara yang mengganggu akan menyebabkan pikiran mudah terganggu. Walaupun berdua sudah sama-sama ingin melakukan kontak seksual, dan bercumbu dan suami telah ereksi dan pasangan sudah terangsang, tetapi bila di luar kamar kedengaran suara-suara yang berbicara, ereksi bisa langsung lembek kembali. Jadi, situasi sekitar yang senyap dan sepi dan ada kemungkinan yang mengganggu atau tidak ada yang mengetahui mereka sedang melakukan kontak seksual sangat penting.

Kebutuhan akan situasi yang mendukung berbeda bagi setiap orang. Ada orang yang sangat sensitif terhadap gangguan situasi, tetapi ada orang tidak mudah terganggu bahkan kebal. Ada pula orang yang justru makin bergairah bila diketahui ada yang melihat, yang bagi orang lain tidak mungkin melakukan kontak seksual.

Apabila orang-orang yang sensitif mendengar suara di luar kamar tidur dapat menyebabkan ereksi yang keras menjadi lembek. Banyak pasangan perkawinan yang tidak bisa melakukan koitus bila anak masih bangun dan belajar di kamar duduk sebelah walau kamar tidur mereka terkunci. Tidak mungkin anak atau orang lain mengetahui mereka sedang melakukan koitus. Kadang-kadang suami yang tidak merasa nyaman atau sebaliknya istri yang tidak bisa konsentrasi.

Penulis pernah menemukan satu pasangan yang tidak bisa melakukan koitus selama sekitar 3 bulan karena ibu kandung suami dari kampung menginap di rumah pasangan itu. Sang ibu tidur di kamar sebelah. Istri mengajak suami melakukan kontak seksual tetapi suami tidak merasa nyaman. Untuk membangkitkan gairah suami, istri meraba-raba badan dan penis suaminya tetapi suami justru marah. Istri bertanya kenapa, suami mengatakan karena ibunya ada di sebelah kamar mereka. Padahal sang ibu sudah tidur nyenyak dan tidak mungkin mendengar mereka jika melakukan koitus. Akibatnya istri balas memarahi suaminya.

Tidak masuk akal ibu mertuanya yang sedang berkunjung dan sedang tidur nyenyak di kamar sebelah dapat mengganggu kehidupan seks mereka. Selama ibu suami di rumah mereka selama 3 bulan, mereka tidak melakukan koitus.

Padahal biasanya mereka melakukan koitus 2-3 kali seminggu. Keadaan tersebut sangat berbekas dalam perasaan istri. Dia merasa suaminya terlalu sensitif terhadap situasi yang seharusnya tidak perlu menyebabkan mereka terganggu. Selama ibu suami berada di rumah, mereka sering dan mudah bertengkar. Istri mencari jalan supaya ibu mertua lebih cepat pulang ke kampung. Hal itu membuat suaminya tersinggung dan marah karena merasa istrinya menghina ibunya. Untuk menghindari pertengkaran yang hebat, istri membiarkan keadaan itu meski merasa tersiksa selama 3 bulan.

Gangguan seperti ini sering menimpa pasangan suami istri. Dan yang paling sering mengganggu ialah anak. Banyak suami atau istri atau keduanya merasa sangat terganggu melakukan koitus bila anak tidur satu kamar dengan mereka. Apalagi anak minta tidur satu ranjang dengan orang tuanya. Meski berbeda ranjang dalam satu kamar tidur banyak pasangan yang merasa tidak nyaman. Terutama bila anak mulai umur 5 atau 6 tahun ke atas. Memindahkan anak tidur di kamar yang terpisah tidak sampai hati. Anak masih kecil dan khawatir bila terbangun malam mencari ibu yang tidak ada di sampingnya lalu menangis. Tidur bersama anak tetapi takut anak terbangun saat suami istri melakukan koitus. Serba salah. Mau tak mau pasangan itu terpaksa pindah kamar bila ingin koitus.

Hal ini sangat merepotkan dan frekuensi koitus mereka menjadi jarang. Karena koitus terlalu jarang suami istri menjadi mudah emosi. Tidur kurang nyenyak. Dalam keadaan demikian ereksi penis suami akan jauh lebih mudah terganggu. Karena itulah faktor situasi sekitar perlu diperhatikan saat melakukan aktivitas seksual.

Sebagian besar pasangan suami istri membutuhkan situasi yang tenang dan sepi. Di negara Barat terutama di Amerika Serikat sudah diajarkan supaya tidak terlalu sensitif terhadap situasi sekitar. Orang boleh bercengkerama di luar kamar. Anak bisa sedang belajar atau menonton televisi di kamar tengah sedang ayah dan ibu sedang asyik bercumbu sampai hubungan seks di kamar tidurnya. Yang penting pintu terkunci sehingga tidak ada kemungkinan orang akan melihat. Keadaan ini perlu diperhatikan saat melakukan evaluasi dalam klinik. Kadang-kadang faktor situasi sekitar tidak diperhitungkan.

Pada proses pengobatan rasanya semua normal tetapi ereksi penis belum juga kembali keras. Kadang-kadang normal sebentar tetapi tiba-tiba lembek. Pasien menjadi kebingungan kenapa sebentar bisa normal tetapi mendadak terganggu. Bahkan ada dokter yang kebingungan. Keadaan seperti ini sering menyulitkan dan berbahaya karena dapat menimbulkan kegagalan pengobatan. Untuk itu situasi sekitar aktivitas seksual sangat perlu diperhatikan selama proses terapi.

Viagra

Impotensi atau lemah syahwat tidak lagi menjadi momok yang menakutkan bagi pria. Kemajuan teknologi medis dan farmasi menyodorkan banyak cara untuk kembali perkasa. Mulai dari yang rumit macam implantasi protesa, injeksi, sampai pil praktis yang kini sedang digandrungi, Viagra dan Vasomax. Tapi patuhi petunjuk dokter Anda, kalau tak mau celaka.

Hanya karena sebutir pil, pasangan yang semula harmonis menjadi berantakan sampai harus berperkara di pengadilan. Tengoklah kisah jutawan New York, Frank Bernardo (70) dan teman hidupnya, Roberta Burke (63). Menurut penuturan Burke, sejak 1994 suaminya menderita impotensi.

Namun lantaran sudah sama-sama tua, loyonya kelelakian Bernardo tidak menjadi gangguan atas keharmonisan hidup pasangan ini. Sampai kemudian Bernardo berkenalan dengan si mungil Viagra, pil temuan baru yang berkhasiat memulihkan keperkasaan lelaki. Benarlah, ternyata setelah minum Viagra kegiatan pak tua ini di tempat tidur bak perjaka lagi.

Dasar tua-tua keladi, setelah mendapatkan keperkasaan yang selama ini padam, sejak Mei 1998 tanpa ewuh-pakewuh Bernardo meninggalkan sang istri.

Terang saja Burke uring-uringan. Dirinya merasa terhina. Betapa tidak? Ketika loyo, Bernardo gencar merayunya. Pria gaek beruban rata yang selalu memakai alat bantu dengar pada kedua telinganya itu mengaku cinta setengah mati kepada Burke.

Tetapi ketika menemukan keperkasaannya lagi lantas ngacir, "Emangnya saya sepatu yang sudah butut, lantas dibuang begitu saja? Ini semua gara-gara Viagra. Buktinya, sebelum ia kenal pil biru itu segalanya berjalan baik-baik saja." Akhirnya, Selasa 16 Juni 1998, Burke menyeret suaminya ke pengadilan Mineola, New York. Ia menuntut ganti rugi sebesar 2 juta dollar.

Itulah salah satu dari sekian dampak yang diakibatkan oleh kemunculan pil baru warna biru bernama Viagra. Apakah kehebatan pil ini? Ia memang obat impotensi (lemah syahwat) pertama yang berwujud pil, mengingat sebelumnya beberapa terapi impotensi dikenal rumit, menyakitkan, dan menuntut pemakainya sabar dan agak "menderita".

Nah, begitu muncul Viagra, jutaan orang di seluruh dunia yang mendambakan kembali keperkasaanya lantas merasa mendapat penyelamat baru. Tak pelak, pil produksi raksasa farmasi New York, Pfizer Pharmaceuticals, ini laris manis terjual ke seluruh dunia. Setelah mengantungi izin dari Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) AS pada tanggal 27 Maret 1998, pil ini segera diburu orang.

Diperkirakan di bumi ini terdapat sekitar 140 juta pria penderita gangguan ereksi jangka panjang. Obat ini cocok untuk kasus impotensi dan lemah syahwat lantaran diabetes, gangguan syaraf tulang belakang, dan prostatectomy. Juga cocok bagi penderita ejakulasi prematur.

Sejak dilempar ke pasar, dalam waktu 6 minggu tak kurang dari 1,5 juta resep ditulis para dokter setiap hari bagi para pemburu Viagra. Belum termasuk mereka yang memburunya secara ilegal di pasar gelap tanpa resep dokter. Bahkan seorang urolog dari Washington, John Stripling, mengganti tulisan tangan resep Viagra dengan stempel karet. Mungkin tangannya sudah pegel. Meski harga resminya 16 AS $/pil, di pasar gelap orang mau membelinya hingga berlipat-lipat. Di Taiwan orang mau merogoh kocek 60 AS $ hanya untuk sebutir pil biru ini. Di Jerman dijual 30 DM atau sekitar Rp 258.000,-/pil.

Viagra Bukan obat kuat
Kemunculan Viagra memiliki sejarah unik. Semula oleh bagian riset Pfizer pil ini dirancang untuk mengobati gangguan tekanan darah tinggi dan angina.

Dalam percobaannya atas sejumlah orang, pil ini menghasilkan efek yang luar biasa. Anehnya, mereka yang dipilih untuk menjalani percobaan, kebanyakan tidak mengembalikan pil sisa sampel. Para ahli riset Pfizer menduga pasti ada apa-apanya. Benarlah, rupanya pil ini punya fungsi lain yang lebih menarik.

Bagaimana pil ini bekerja? Secara alamiah, ketika terjadi ejakulasi, tubuh pria akan mengeluarkan enzim yang bertugas menghancurkan guanosine monophosphate (GMP). Fungsi GMP ini adalah untuk mengendurkan otot penis seperti sedia kala. Viagra yang mengandung bahan aktif sildenafil berfungsi untuk mempertahankan GMP agar tidak dihancurkan oleh enzim tadi.

Nah, bahan aktif sildenafil tadi akan mengambil alih fungsi enzim yaitu agar otot di jaringan penis mengalami relaksasi yang memungkinkan darah tetap mengalir lancar ke corpus cavernosum sehingga penis pun akan cukup lama berada dalam kondisi tegang selama berlangsungnya coitus.

Dalam percobaannya atas 3.700 orang (550 di antaranya diujicoba lebih dari setahun) usia 19 -87 tahun dengan tingkat impotensi beragam, keberhasilan manfaatnya cukup signifikan, sekitar 60% - 80%.

Menurut aturan pakai, Viagra diminum sejam sebelum berhubungan intim. Akan bekerja secara efektif selama paling lama 4 jam. Meski demikian si pemakai tetap harus memperoleh rangsangan seksual untuk menimbulkan ereksi sebelum obat tersebut bereaksi. Jangan berpikiran bahwa setelah minum pil ini keperkasaan Anda langsung bangkit. Sebenarnya, Viagra adalah semacam erection-enchancer.

"Ia akan membantu agar tercapai ereksi normal, meski tidak menyamai pria yang sehat secara seksual. Viagra tak akan mengubah atau meningkatkan libido dan nafsu seksual pria normal. Dengan kata lain ini bukan obat kuat atau aprodisiak bagi pria normal," ujar Dr. Harin Padma-Nathan, direktur Male Clinic di Santa Monika salah seorang peneliti Viagra.

Bagi penderita impotensi dan lemah syahwat, minum pil ini tentu dianggap lebih praktis, dan ampuh daripada harus bersakit-sakit dengan alat suntik, implantasi protesa, obat oles, yang selama ini menjadi alternatif pengobatan impotensi. Cukup dengan sebutir Viagra, Anda akan menemukan lagi keperkasaan.

Menurut Dr. Akmal Taher Ph.D dari Klinik Impotensia, FKUI, RSUPCM, Jakarta, yang juga menjadi bagian dari Multicentre Studies untuk meneliti pemakaian sildenafil (viagra) di kawasan Asia.

Penyebab impotensi dan lemah syahwat sebenarnya ada dua. Yakni organik dan psikogenik. Namun sebagian besar kasus impotensi terjadi akibat kombinasi kedua penyebab tersebut. Dalam hal ini Viagra merupakan terapi primer untuk impotensia organik. "Meskipun untuk pengobatan impotensia psikogenik juga bisa dipakai, namun sifatnya hanyalah suportif. Pengobatan utamanya tetap psikoterapi," jelas Taher.

Pzifer mengakui, Viagra akan menimbulkan akibat samping berupa kepala pusing, penglihatan kabur, dan sakit perut.

Pemakaian dosis banyak akan mengakibatkan si pemakai tak mampu membedakan warna hijau dengan biru. Karena Viagra tidak membuat orang menjadi ereksi melainkan hanya untuk mempermudah ereksi, maka jangan sekali-kali menyuntikkan pil ini. Akibatnya sangat berbahaya. Bisa membuat pemakai mengalami priapism, dimana pria tersebut justru tak mampu menghentikan ereksinya.

"Seperti diketahui, proses ereksi terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah di penis. Nah, Viagra bekerja melebarkan pembuluh darah di penis tersebut. Namun barangkali, terjadi pula pelebaran pembuluh darah di bagian tubuh yang lain. Itulah yang menimbulkan efek samping," jelas Dr. Akmal Taher.

"Kalau dikonsumsi bersama obat yang mengandung nitrat, seperti obat penyakit jantung, bisa berisiko kematian karena obat itu memberi efek potensiasi, saling menguatkan. Jadi pelebaran pembuluh darahnya justru akan sedemikian hebat," tambah Taher.

Gangguan jantung dan diabetes
Selasa 9 Juni 1998, Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) AS melaporkan, 16 orang meninggal setelah mengkonsumsi pil Viagra. Bahkan menurut laporan Wall Street Journal Senin 29 Juni 1998, jumlah itu bertambah menjadi 30 orang. Korban tertua berumur 80 tahun sedangkan yang paling muda umur 48 tahun.

Tak semua bisa diidentifikasi penyebab kematiannya. Dari hasil pemeriksaan, diketahui sebagian besar korban sedang menjalani pengobatan penyakit jantung, diabetes, dan komplikasi beberapa penyakit lain. Sisanya tak diketahui sejarah penyakit dan pengobatan yang dijalani sebelumnya.

Korban yang menderita gangguan jantung ada 6 orang. Dua di antaranya sedang menjalani terapi dengan hytrin. Yang satu mengidap tekanan darah tinggi dan stroke pada bagian yang menghubungkan otak depan dengan tengah. Sementara yang lain menderita gangguan denyut jantung tak teratur yang kronis serta pembesaran prostat. Sebelum meninggal, kedua kakek ini sempat pingsan di tengah aktivitas seksualnya.

Dua lainnya terserang nyeri dada namun tak bisa diselamatkan menyusul gagalnya terapi resusitasi, serta pemberian obat nitroglyserin. Dua korban lain sebelumnya minum obat penurun tekanan darah dan aspirin. Satu setengah jam setelah minum Viagra, mendadak sesak nafas, wajah mereka pucat, dan akhirnya meninggal.

Enam korban diketahui mengidap penyakit diabetes. Salah satunya yang juga memiliki kelainan paru-paru, meninggal setengah sampai satu jam setelah menegak Viagra. Padahal ia belum melakukan hubungan seksual.

Penyebab kematian salah seorang di antaranya adalah detak jantung tak teratur dan aliran darah dari jantungnya tersumbat. Ia meninggal setelah melakukan hubungan seksual. Korban yang lain meninggal di pagi hari setelah malam sebelumnya menegak Viagara. Tak dilaporkan apakah ia sudah berhubungan seks atau belum. Yang jelas kematiannya disebabkan karena cardiopulmonary arrest.

Sementara itu ada korban yang setelah minum Viagra lalu terserang nyeri dada selagi berhubungan seks. Ia lalu diberi obat nitrogliserin dalam ambulan ke rumah sakit. Nyawanya tak tertolong. Korban selanjutnya, sedang dalam tetapi insulin, tewas tak lama setelah minum Viagra. Empat korban lainnya yang meninggal tidak diketahui pasti riwayat penyakit yang diderita sebelum minum Viagra, serta jenis pengobatan apa yang mereka kosumsi.

Harus Dengan Resep Dokter
Meski belum bisa dipastikan apakah semua itu akibat langsung dari pemakaian Viagra, munculnya beberapa kasus di atas, tak pelak sempat memicu timbulnya pro-kontra atas pemakaian pil biru ini. Padahal setelah meneliti para korban, FDA menegaskan bahwa sampai sekarang belum ada bukti bahwa penyebab kematian para korban itu Viagra.

Kemungkinan besar kematian tersebut akibat terjadinya komplikasi bercampurnya Viagra dengan obat-obat penyakit jantung seperti nitroglyserin.

Dr. Adolph Hutter, ahli jantung klinis dari General Hospital, Massachusetts, dan Harvard Medical School di Boston, justru mensinyalir terjadinya serangan jantung atas para korban tersebut lebih diakibatkan karena gerakan fisik dan emosi yang berlebihan dari para pemakai Viagra itu selama berhubungan intim, yang sudah terlalu lama tidak mereka lakukan sebelumnya.

Hal senada juga dikatakan Dr. Akmal Taher, "Kalau kita bicara tentang 1 juta orang yang usianya di atas 50 tahun, tanpa minum apa-apa pun resiko meninggal sama. Apalagi mereka itu banyak yang mengidap kelainan jantung. Bisa jadi meninggalnya bukan karena Viagra, melainkan karena terlalu excited dalam melakukan aktivitas seksual sehingga ada risiko terjadinya serangan jantung."

Memang, sepanjang penelitian terhadap 4.000 orang yang terkontrol di Eropa dan Amerika, tak ada satu pun yang meninggal. Baik dalam studi jangka pendek (3 bulan) maupun jangka panjang 6bulan).

Toh, sampai kini banyak negara terutama non-Amerika masih bersikap menunggu. Dirjen Pengawasan Obatan dan Makanan, Departemen Kesehatan RI, pun sampai sekarang belum meloloskan obat ini untuk dijual di Indonesia.

Di kawasan Timur Tengah pil itu masih dinyatakan terlarang. Arab Saudi sempat melakukan ujicoba dengan sampel 30 orang. Meski hasilnya 85% aman, kementrian kesehatan Arab Saudi belum mengeluarkan rekomendasi penjualan Viagra karena masih menunggu sampai enam bulan atas pemeriksaan efek sampingnya.

Thailand merupakan negara pertama yang memperbolehkan penjualan pil ini. Namun hanya boleh diperoleh dengan persyararatan ketat dari dokter, termasuk pemberian resepnya. Dengan catatan, pemerintah setempat akan melakukan pemantauan selama 2 tahun. Menyusul di Malaysia obat ini pun sudah masuk dalam daftar tunggu registrasi kementrian kesehatan.

Hiruk pikuk reaksi masyarakat atas munculnya Viagra belum reda, dalam waktu dekat akan dilempar ke pasaran obat sejenis yang konon lebih aman dari pendahulunya. Pil dengan kegunaan serupa yang disebut Vasomax, kini sedang dalam proses pembuatan oleh raksasa farmasi lain Zonagen Inc, Woodlands, Texas.

Formula Vasomax yang mudah larut dalam air ini menghasilkan konsentrasi plasma phentolamine sebagai zat aktifnya. Sebelumnya phentolamine sudah dipakai sebagai sarana melebarkan pembuluh darah (vasodilator) dengan cara menyuntikkannya ke penis untuk mengatasi impotensi. Pemakaiannya secara oral diharapkan akan mampu memfasilitasi terjadinya ereksi meskipun hasilnya tidak akan seoptimal bila dikonsumsi dengan cara menyuntikkannya langsung.

Oleh karena itu Vasomax cocok untuk membantu mengatasi gangguan disfungsi ereksi yang masih ringan.

Berbeda dengan pendahulunya yang sudah "makan" korban, menurut pembuatannya Vasomax aman dipakai bersamaan dengan obatan lain termasuk nitrat. Meski demikian diakui, masih menimbulkan akibat sampingnya seperti hidung tersumbat, insomnia dan gangguan pencernaan. Sampai sekarang penelitiannya secara laboratoris masih berjalan.

Untuk menentukan keberhasilan suatu terapi impotensi, termasuk pemakaian obat oral, banyak sekali variabelnya. Tolok ukurnya tidak cuma dari berhasil tidaknya seseorang penderita mampu ereksi kembali. Kalau ternyata, lebih banyak menimbulkan mudaratnya daripada manfaatnya, sebaiknya jangan buru-buru memilihnya. Sabar sebentar untuk menunggu perkembangan positifnya

10/16/08

Menilai Masa Subur

• Anda dapat menghitung masa subur anda dengan menggunakan system kalender. Hal ini adalah cara natural atau alamiah yang digunakan bila anda mempunyai siklus menstruasi yang teratur. Cobalah untuk mencatat siklus menstruasi anda dalam 3 bulan terakhir berturut-turut (tanggal hari pertama haid ). Dan sebaiknya pada wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur akan sulit untuk menilai masa subur dengan cara ini.

Perhitungan masa subur ini didasarkan masa subur atau saat ovulasi terjadi pada hari ke 14 dari menstruasi yang akan datang dan dikurangi 2 hari karena sperma dapat hidup selama 48 jam setelah ejakulasi serta ditambahkan 2 hari karena sel telur dapat hidup 24 jam setelah ovulasi.

Jadi Misalnya siklus haidnya 28 hari dan haid terakhirnya terjadi tanggal 1, tanggal haid bulan berikutnya adalah tanggal 28. Dengan demikian, perkiraan waktu ovulasi anda , yaitu di tengah - tengah periode haid yakni tanggal 14. Jadi, masa subur berada pada sekitar tanggal 12 hingga 16.

• Dengan menilai peningkatan suhu badan, biasanya suhu badan meningkat menjelang dan sesudah masa ovulasi karena pengaruh hormon progesteron.

• Dengan menilai lendir rahim. Hormon estrogen mencapai puncaknya pada saat ovulasi terjadi dan memengaruhi lendir rahim. Menjelang ovulasi biasanya lendir rahim jadi agak encer dan bila diraba dengan dua jari membentuk benang dan berwarna bening.

• Alat Tes Ovulasi. Saat ini juga sudah dijual bebas diapotik atau toko obat alat untuk menilai masa subur yaitu Test prediksi masa subur atau ovulasi. Alat test ini bekerja dengan mengukur kadar hormone LH yang dihasilkan saat ovulasi. Alat ini digunakan seperti test kehamilan tetapi tentu saja harganya lebih mahal.

Dengan mengetahui kapan masa subur anda, dapat membantu anda yang berencana mempunyai anak dan juga sekaligus sebagai metode Keluarga Berencana atau kontrasepsi yang natural untuk yang masih mau menunda kehamilan, jangan melakukan hubungan seksual pada saat subur.

10/15/08

Bahan Alami Untuk Memperbesar Penis

Kita pasti tidak menyangka, bahwa ternyata banyak sekali bahan alami dari alam yang dapat kita petik khasiatnya dalam hal apa saja terutama untuk kesehatan dan kebugaran tubuh kita. Misalnya saja kita mengalami gangguan yakni kebuntuan pada penis. Cara yang dapat kita lakukan adalah dengan memanfaatkan kulit kadal, empedu babi atau beruang atau kita bisa juga menggunakan lintah dengan cara memasukkannya ke dalam botol hingga mencair lalu setelah itu dioleskan di penis.

Semuanya terungkap saat Seminar Food And Sex yang diselenggarakan Fakultas Teknologi Pertanian UNIKA Soegijapranata, di Vina House. Prof. Susilo Wibowo, MD., MS., Ph. D., Andrologist (staf pengajar Fakultas Kedokteran Undip) dan Ir. Ch. Retnaningsih, MP (staf pengajar FTP UNIKA) sebagai pembicara.

Lalu apa hubungan antara makanan dan seks? Ch Retnaningsihpun memaparkan alasannya. “Afrosidiak itu berarti senyawa yang dapat meningkatkan gairah seksual dan berasal dari kata Aphrodite yang berarti dewi kecantikan dan cinta dalam mitologi Yunani. Afrodisiak terbagi dalam 2 kelompok yakni faktor psikofisiologikal dan faktor internal yakni makanan, minuman beralkohol, obat-obatan dan perawatan kesehatan.

Kita tahu bahwa zat gizi dalam makanan meliputi protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral dan air. Apabila kita mengkonsumsi makanan yang mengandung zat gizi lengkap, diikuti dengan olah raga yang teratur dan pikiran yang jernih akan diperoleh kesehatan yang optimal sehingga kondisi tubuh yang sehat juga akan menentukan kepuasan seks,” papar perempuan kelahiran 29 Mei 1963 ini.

Retnaningsih juga menambahkan bahwa apabila kita cukup terpenuhi kebutuhan akan vitamin B, C, E dan Fosfor serta Seng (Zn) maka fungsi seks dan reproduksi akan lancar. Misalnya saja kandungan Zn yang diperlukan tubuh untuk sintesa dihydroxitestosterone (DHT) untuk menghasilkan hormon testosteron pada pria yang berperan penting untuk merangsang nafsu seks dapat ditemukan dalam bahan hewani yakni daging, hati, ikan dan telur dan juga pada bahan nabati yang bisa didapatkan pada serealia tumbuk dan kacang-kacangan.

Selain itu, Retnaningsih juga memaparkan adanya mitos-mitos mengenai makanan yang bisa juga merangsang nafsu seks diantaranya, ”Mitos bahwa daging kambing dapat mendongkrak keperkasaan pria. Padahal dalam daging kambing tidak ditemukan zat yang mampu menambah libido, sehingga daging kambing tergolong memberikan expectancy effect. Berbeda dengan alkohol yang dengan hanya dosis rendah dapat menambah jumlah darah yang memasuki penis sehingga menghasilkan ereksi. Digiring oleh mitos, kultur dan obsesi pribadi lelaki tentang super maka dapat menumbuhkan expectancy effect pada pemakainya. Artinya, jika berpikir dengan makan kambing seksnya akan kuat maka perasaan itu akan memberinya sensasi yang demikian sehabis menyantapnya, begitu pula sebaliknya,” jelas Retnaningsih.