Showing posts with label pertama. Show all posts
Showing posts with label pertama. Show all posts

11/2/08

9 Mitos Malam Pertama

Malam pertama bagi pasangan suami istri adalah malam yang mendebarkan. Apalagi jika pernikahan melalui perjodohan dan tidak melalui tahap berpacaran. Beberapa pasangan muda mengaku canggung dan malu di malam pertama mereka.

Tetapi bagi pasangan lain, mengaku sulit bermesraan di malam pertama karena kelelahan setelah melalui proses pernikahan. Beberapa pasangan mengaku langsung tertidur tanpa bermesraan layaknya suami istri di malam pertama.

Dibawah ini, adalah beberapa mitos malam pertama yang banyak beredar di masyarakat:

Mitos 1 : Selalu menyakitkan.
Anggapan ini salah. Berhubungan seks pertama kali tidak selalu menyakitkan. Kekhawatiran banyak wanita di malam pertama adalah kuatir vagina mereka tidak bisa menampung penis yang berukuran besar ketika ereksi.

Rasa sakit ketika berhubungan biasanya terjadi karena secara seksual si wanita belum siap dan vagina masih terlalu kencang untuk menerima penetrasi. Solusi terbaik adalah dengan melakukan foreplay terlebih dahulu agar wanita menjadi rileks dan teransang sehingga vagina menjadi lebih bisa menerima penetrasi.

2. Mitos: Penentu Keberhasilan.
Malam Pertama dianggap sebagai penentu keberhasilan berhubungan seks di malam berikutnya. Seringkali kegagalan di malam pertama menyebabkan kekuatiran akan gagal di malam berikutnya.

Ejakulasi dini atau rasa sakit pada wanita akan terbayang di malam-malam berikutnya. Pengalaman buruk di malam pertama memang mempengaruhi perasaan saat akan melakukan hubunga seks lagi tetapi malam pertama bukanlah penentu keberhasilan hubungan seks di malam selanjutnya.

3. Mitos: Ejakulasi Dini selalu terjadi saat Malam Pertama.
Ejakulasi dini adalah masalah seksual pria yang tidak selalu terjadi di malam pertama. Ejakulasi dini terjadi jika gairah seks terlalu tinggi dan sulit di kontrol.

Beberapa orang beranggapan bahwa ejakulasi dini biasa terjadi di malam pertama tetapi malam pertama bukan penyebab terjadinya ejakulasi dini.

4. Mitos: Sehebat adegan film biru.
Banyak orang yang beranggapan bahwa berhubungan di malam pertama akan sehebat adegan di dalam film porno. Anggapan ini salah.

Bahkan tidak dianjurkan menjadikan adegan film porno sebagai acuan keberhasilan hubungan seks, sebab di film tersebut tidak runut dan banyak terjadi pemotongan-pemotongan gambar.

5. Mitos: Penis besar, istri puas.
Banyak orang beranggapan bahwa ukuran mempengaruhi kepuasan istri. Dan tidak sedikit suami yang khawatir di malam pertamanya ketika melihat ukuran penisnya yang kecil.

Fakta: Pada dasarnya bukan penis yang bisa memuaskan pasangan. Melainkan, kekerasan penis itu sendiri. Bila penis besar tetapi tidak bisa melakukan hubungan seks dengan baik, bukan tak mungkin justru ejakulasi dini terjadi.

6. Mitos: Selalu nikmat.
Banyak orang beranggapan bahwa seks itu nikmat sehingga saat malam pertama pasti akan dilewati dengan perasaan yang bahagia.

Fakta menyebutkan, tidak sedikit pasangan yang merasa kecewa di malam pertama mereka. Keindahan seks yang mereka bayangkan dikarenakan ketidak pahaman terhadap seksualitas secara benar.

7. Mitos: Darah perawan.
Darah perawan, adalah hal yang ditunggu-tunggu banyak pria di malam pertama mereka. Bila istri tidak mengeluarkan darah dianggap tidak perawan lagi. Mitos ini sangat menyesatkan. Keperawanan tidak ada hubungannya darah yang keluar. Mitos ini membuat banyak wanita menjadi khawatir di malam pertamanya. mereka takut tidak mengeluarkan darah dan takut dianggap tidak perawan lagi.

8. Mitos: Bisa Menyobek selaput dara adalah tanda keberhasilan.
Belum tentu selaput dara bisa sobek dimalam pertama. Menurut Nugroho, justru menyobek selaput dara saat malam pertama merupakan tanda terjadinya kegagalan respon seksual pada istri. Artinya, sebetulnya istri belum terangsang sempurna saat penetrasi terjadi.

9. Mitos: Harus minum obat kuat
Obatan dan ramuan untuk meningkatkan seksualitas tidak direkomendasikan jika tidak diperlukan. Jika di malam pertama, suami sudah menggunakan obat-obatan ini maka bisa dipastikan kalau secara psikologis dia belum siap melakukan hubungan seks di malam pertama

9/28/08

Tips Capai Orgasme


Masalah orgasme menjadi masalah serius dalam suatu hubungan seks. Banyak wanita mengalami kesulitan mencapai puncak kenikmatan tersebut. Menurut Journal of the American Medical Association, 70 persen wanita tidak mencapai orgasme selama hubungan intim, dan 30 persen wanita tidak merasakannya sama sekali.

Joan Marsman, seorang ahli therafi seks melakukan sebuah workshop di Toronto untuk membantu wanita mencapai orgasme. Menurutnya, hal pertama yang wanita harus lakukan adalah mengenali dulu mispersepsi dimana orgasme harus terjadi selama hubungan intim. Sikap ini berasal dari mispersepsi bahwa seks yang benar adalah hubungan intim.

Berikut lima cara bagaimana memuaskan hubungan seks menurut hasil workshop Joan Masrman:

• Kenali diri sendiri
Untuk memperbaiki kesempatan memiliki orgasme saat hubungan intim, Marsman menawarkan saran berikut, pertama pelajari lebih banyak tentang tubuh sendiri karena banyak wanita tidak menyadari atau tidak cukup nyaman dengan genital mereka.’

Dalam workshopnya ia menjukkan gambar dan video mengenai genital wanita dan disarankan saat pulang, mereka melihat genital sendiri dan merefleksikan bagaimana rasanya. Mereka harus membentuk hubungan positif antara seksulitas dengan genitalnya.

• Tinggalkan kekhawatiran
Ketakutan dan gelisah dapat menjauhkan wanita dari rasa tenang untuk memiliki orgasme. Wanita sering kali khawatir dengan kehamilan, sakit dan ketidaknyamanan. Penggunaaan alat kontrasepsi yang efektif dapat mencegah khawatiran pertama, sedangkan untuk rasa sakit, sebaiknya periksakan ke dokter untuk meyakinkan bahwa ketidaknyaman bukan disebabkan infeksi vagina atau alergi. Jika sakit disebakan akibat kekeringan vagina, gunakan minyak pelicin.

• Temukan apa yang membuat anda senang
Sisihkan waktu untuk mencari apa yang membuat anda senang. Lakukan dengan fantasi, film atau cerita erotis. Kenapa tidak untuk tmencoba vibrator. Vibrator menawarkan stimulus yang berbeda.

• Komunikasi
Segera setelah anda mengetahui apa yang anda inginkan, bicarakan pada pasangan anda di luar situasi seksual. Katakan pada pasangan masalah anda dan bicarakan apa yang anda pikirkan agar anda terangsang.

• Jangan memikirkan sesuatu berlebihan
Hentikan konsentrasi pada itu semua dan cobalah untuk melakukan ereksi. Bayangkan tentang sesuatu dimana anda dapat menemukan seksual-pasangan anda, misalnya adegan seksual, aroma dan lain-lain-perhatian apa yang terjadi pada tubuh anda dan nikmati.


9/19/08

Sakit di Malam Pertama


Pengalaman pertama melakukan hubungan seksual dengan pasangan memang sangat mendebarkan. Khawatir, gugup, sekaligus senang. Kekhawatiran itu terjadi karena kita belum berpengalaman sehingga membayangkan hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi ditambah cerita-cerita tidak mengenakkan tentang rasa sakit saat pertama kali melakukannya.

Sebagian perempuan merasakan sakit pada vagina saat pertama kali berhubungan seks. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Salah satunya, kurangnya lubrikasi. Saat seorang perempuan terangsang secara seksual, secara otomatis tubuh akan memproduksi cairan lubrikan mirip air liur. Cairan ini membantu mengurangi sensasi sakit dan terbakar yang disebabkan kontak fisik dengan pasangan. Cairan ini juga memuluskan jalan saat /intercourse/. Biasanya, perempuan membutuhkan waktu delapan menit untuk memproduksi cairan lubrikan sejak pertama kali merasa terangsang. Sementara laki-laki, hanya membutuhkan sebentar saja untuk ereksi. Itulah mengapa laki-laki tidak perlu buru-buru, dan harus menunggu, agar hubungan seks bisa berjalan lancar dan dapat dinikmati berdua.

Meski merasa terangsang, seringkali cairan lubrikan yang diproduksi sangat kurang, terutama saat perempuan merasa gugup atau khawatir. Produksi cairan lubrikan juga bisa berubah setiap waktu. Pada hari-hari tertentu, produksi bisa berkurang, atau saat perempuan mengkonsumsi pil kontrasepsi. Untuk mengatasinya, dapat digunakan cairan lubrikan buatan (pelumas). Pilihlah yang berbahan dasar air, ukan minyak seperti vaselin, baby oil atau minyak urut. Pelumas berbahan dasar minyak dapat merusak kondom berbahan lateks.

Saat perempuan terangsang, bagian belakang vagina akan mengembang, dan seviks (ujung rahim) akan terangkat. Di saat normal, serviks akan turun ke vagina. Dibutuhkan waktu beberapa saat agar serviks itu benar-benar terangkat saat terangsang. Jika belum sepenuhnya terangsang, seringkali serviks belum terangkat secara sempurna, meskipun telah mengalami lubrikasi. Saat /intercourse/, terkadang penis mengenai serviks sehingga menyebabkan rasa sakit bahkan hingga beberapa saat setelah hubungan seks selesai.

Jika memang belum siap, jangan memaksakan diri. Keindahan malam pertama tidak harus selalu diakhiri dengan /having sex/. Carilah jalan lain untuk lebih mendekatkan diri Anda dengan pasangan, agar Anda benar-benar merasa nyaman. Lakukan saja kontak fisik seperti sentuhan-sentuhan lembut untuk lebih meningkatkan keintiman dan membangun kepercayaan diri, sehingga Anda dan pasangan lebih siap melakukannya.


9/10/08

Hubungan Seks Pertama

Adanya mitos malam pertama terutama untuk kaum wanita dalam hubungan seksual pertama kali sangat beragam. Terutama untuk yang belum pernah melakukan seks pranikah. Apalagi jika pengetahuan seksual pasangan tak seimbang. Misalnya, suami pernah memiliki pengalaman praktis dengan wanita lain atau memperoleh fantasi dari film biru. Sedangkan sang istri buta sama sekali soal seks.

Malam pertama selain membahagiakan, biasanya juga menegangkan. Momok malam pertama lebih banyak dirasakan pihak wanita, ketimbang pasangannya mungkin saja benar. Akan tetapi, bukan tak mungkin, banyak juga kaum pria yang gelisah menghadapinya.

Bahkan, malu-malu memahami anatomi laki-laki. Wanita yang baru saja menyandang status istri ini merasa kaget dan takut . Ketika tiba-tiba berada dalam satu kamar dengan “makhluk asing” yang telah resmi menjadi suaminya. Agar momok menakutkan itu tak menjadi “tragedi” malam pertama, disarankan agar calon pengantin memperkaya pengetahuan seksualnya melalui buku, misalnya mengenai organ kelamin pria dan wanita.

Perihal malam pertama ini, kerisauan agaknya bukan melulu milik para (mantan) gadis. Pria juga banyak yang galau hati, khawatir tak bisa memuaskan istri. Bahkan ada yang ragu apakah ia bisa ereksi saat “pertempuran” kelak. Sebenarnya lebih kepada rasa malu, bukan rasa takut seperti pada wanita..

Pria dihantui rasa malu bila ia gagal menjadi pemimpin pada malam pertama. Itu menimpa mereka yang tak punya pengalaman seksual sama sekali. Sebaliknya, pria yang sebelumnya telah berpengalaman dengan wanita lain, yang timbul justru rasa penasaran, bagaimana rasanya jika dilakukan dengan pasangan sah, masih perawan pula.

Namun, bukan tak mungkin ia justru merasa kurang puas, sebab ia terbiasa menggauli wanita yang agresif dan dibayar untuk melayani misalnya, sementara istrinya hanyalah perempuan lugu yang tak tahu harus berbuat apa pada malam pertama. Sikap sang istri yang tak bereaksi terhadap rangsangan bisa jadi juga membuatnya kecewa.

Jadi, pria berpengalaman saja diganggu kegelisahan, apalagi pria yang masih kosong. Bagi pria, pengetahuan tentang wanita amatlah penting. Setidaknya memahami perbedaan anatomi alat genital pria dan wanita. Milik wanita, yang terletak “di dalam” dibandingkan dengan milik pria yang mentereng di luar, perlu perlakuan berbeda. Untuk buang air kecil saja, (organ genital wanita perlu) diperlakukan dengan lembut.

Puncak kekhawatiran pria, dalam menghadapi barang lembut milik istrinya di malam pertama, selain disfungsi ereksi (DE), adalah juga ejakulasi dini (ED). Sebenarnya, DE terjadi mungkin saja karena gugup hati, atau tak mengerti cara merangsang dan dirangsang, atau akumulasi rasa bersalah akibat sebelumnya suka main perempuan, dan sebagainya.

Sedang ED hal yang wajar, mengingat penis dalam proses adaptasi dengan vagina. Tapi mungkin kuncinya ada pada pengendalian diri, terutama mengendalikan nafsu birahi. “Pria memang harus panjang sabar, dan jangan egois,artinya, jangan cuma mengejar orgasme sendiri. Begitu ejakulasi, langsung balik badan, tak mempedulikan istri yang masih trauma dengan keadaan yang baru pertama dialami seumur hidupnya.

8/9/08

Rahasia Hubungan Seksual Pertama

Oleh: Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, Sp. And, Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi

Hubungan seksual yang dilakukan untuk pertama kalinya tidak harus menimbulkan rasa sakit, dan tak selalu sulit. Asalkan rangsangan kepada wanita cukup, semuanya lancar. Bagaimana membuat wanita terangsang?

Kasus:
"Saya seorang pemuda berumur 28 tahun, mau menikah beberapa bulan lagi. Sebelumnya, maaf, karena masih awam masalah seks, saya berharap mendapat penjelasan atas beberapa pertanyaan berikut ini. Apa benar hubungan seksual pertama kali akan terasa sakit dan susah untuk memasukkan penis? Saya pernah mendengar bahwa hubungan seksual yang pertama kali, kalau pun bisa, masuknya penis ke dalam vagina hanya sedikit (tidak masuk semua). Benarkah informasi ini? Apa tanda pasangan kita sudah terangsang dan siap untuk melakukan hubungan seks? Apa tandanya bahwa ia sudah orgasme? Daerah mana saja pada tubuh wanita yang mudah terangsang? Saya juga ingin tahu, apa benar jika pasangan hamil, sebaiknya hubungan seks dilakukan dengan posisi pria dari belakang? Apakah bisa masuk sampai ke vagina jika ukuran penis hanya ± 12 cm? Adakah pengaruhnya setelah menikah, jika sebelumnya sering melakukan masturbasi?"
(Hendra, Tasikmalaya)

Jawaban:

Tidak Sulit

Tentu tidak salah Anda mendapatkan informasi dasar tentang hubungan seksual, agar tidak terjadi akibat buruk karena kesalahan pengertian. Apalagi memang banyak mitos tentang seks yang beredar luas, sementara masyarakat menganggap sebagai informasi yang benar. Tidak aneh kalau banyak terjadi akibat buruk karena informasi yang salah itu.

Saya pikir Anda mewakili banyak anggota masyarakat yang memerlukan informasi yang benar tentang seksualitas. Sayangnya, banyak orang yang hanya menyerap begitu saja informasi yang salah, tanpa berupaya mengonfirmasikan kebenarannya.

Hubungan seksual pertama kali selalu diinformasikan sebagai sesuatu yang sulit dilakukan, khususnya bagi wanita yang tidak pernah melakukan sebelumnya. Bahkan, lebih khusus lagi, disebutkan wanita harus mengeluarkan darah sebagai tanda keperawanan.

Padahal, hubungan seksual pertama kali tidak harus selalu menimbulkan rasa sakit dan kesulitan. Sangat tergantung bagaimana reaksi seksual wanita pada saat itu.

Kalau wanita cukup terangsang dan tidak mengalami hambatan psikis, hubungan seksual dapat berlangsung lebih mudàh, tanpa menimbulkan rasa sakit yang berarti. Kalau fungsi ereksi penis baik penetrasi ke dalam vagina dapat berlangsung dengan sempurna tanpa hambatan.

Sebaliknya, bila pihak wanita tidak cukup terangsang sehingga perlendiran vagina terhambat, hubungan seksual sulit dilakukan. Rasa sakit tidak hanya dialami oleh pihak wanita, melainkan juga dialami pihak pria.

Orgasme pada wanita, sama seperti pada pria, ditandai dengan sensasi erotis yang menyenangkan, atau yang biasa disebut perasaan nikmat. Secara fisik, wanita juga mengalami kontraksi otot di sekitar kelamin, bahkan otot seluruh tubuh.

Bagian Peka Rangsangan
Bagian peka rangsangan pada wanita pada dasarnya juga sama dengan pria. Tidak ada perbedaan yang bermakna. Pipi, bibir, leher, payudara, dinding perut, paha bagian dalam, dan kelamin, adalah bagian yang peka rangsangan. Pada kelamin, klitoris dan G-spot merupakan bagian yang paling peka rangsangan.

Mengenai posisi hubungan seksual selama hamil, pada dasarnya selama kehamilan muda, hindari kontraksi berlebihan ketika orgasme, khususnya bagi yang pernah mengalami keguguran sebelumnya.

Selama kehamilan usia lebih tua, hindari/jangan menimbulkan tekanan pada bagian rahim atau perut, di samping karena secara teknis menjadi lebih sulit. Posisi pria dari belakang merupakan posisi yang dapat dipilih. Tentu diperlukan penyesuaian sebelumnya.

Tentang masturbasi, tidak ada pengaruh terhadap hubungan seksual. Namun, pada pria, masturbasi yang dilakukan tergesa-gesa agar cepat mencapai orgasme dan ejakulasi, dikhawatirkan dapat menyebabkan ejakulasi dini kemudian.


Malam Pertama, Pria Juga Gelisah

Malam pertama selain membahagiakan biasanya juga menegangkan. Namun, benarkah momok malam pertama lebih banyak dirasakan pihak wanita ketimbang pasangannya? Bukan tak mungkin, banyak juga kaum pria yang gelisah menghadapinya.

Dr. Silvia W. Lestari, konsultan seksologi yang juga alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, tersenyum membenarkan soal adanya mitos malam pertama. Ia tak menyangkal, di kalangan kaum perawan hidup anggapan, hubungan seksual pertama kali rasanya seperti tertabrak kereta api. “Tapi umumnya tak berlaku bagi mereka yang pernah melakukan seks pranikah,” tambahnya.

Apalagi jika pengetahuan seksual pasangan tak seimbang. Misalnya, suami pernah memiliki pengalaman praktis dengan wanita lain atau memperoleh fantasi dari film biru, sedangkan sang istri buta sama sekali soal seks, bahkan malu-malu memahami anatomi laki-laki. Wanita yang baru saja menyandang status istri ini merasa kaget dan takut ketika tiba-tiba berada dalam satu kamar dengan “makhluk asing” yang telah resmi menjadi suaminya. Agar momok menakutkan itu tak menjadi “tragedi” malam pertama, dr. Silvia menyarankan agar calon pengantin memperkaya pengetahuan seksualnya melalui buku, misalnya mengenai organ kelamin pria dan wanita.

Pernah datang ke kamar praktik dr. Silvia, seorang wanita muda yang menanyakan bagian dari organ kelaminnya yang kalau diraba terasa enak. “Ia tak tahu, itu namanya klitoris. Lalu ada wanita lain baru tahu bahwa nun di bawah sana, ia memiliki tiga buah lubang.”

Jika belajar dari film biru, sang kandidat pengantin mungkin akan teracuni mitos bahwa penis besar pasti lebih memuaskan, atau pemompaan sepenuh tenaga lebih mempercepat wanita orgasme, atau juga wanita amat menyukai posisi yang aneh-aneh. Pada hal, jika ternyata sang suami tidak seperti yang di film, istri akan kecewa. Begitupun suami, jika meniru begitu saja adegan dalam film, malam pertamanya bisa menjadi malam per trauma buat sang istri.

Saling berserah diri, barangkali itulah kata kuncinya. Namun, pihak pria dianjurkan bisa menjadi pemimpin permainan nan bijaksana. Belajarlah dari Rustam (32). Pengacara muda itu mendekati istrinya dengan lembut, bicara ringan tentang lingerie yang dikenakan, lalu pelan-pelan ia hanyutkan Rini (27), istrinya, lewat usapan-usapan erotis.

Setelah itu, bersama mereka berenang dalam intensitas yang sama, tak ada yang ingin menang, tak ada yang lebih dominan, saling melebur, hingga berakhir dalam satu langkah ke puncak. Begitulah seharusnya malam pertama menjelma.

PRIA JUGA GELISAH
Kerisauan di malam pertama agaknya bukan melulu milik para (mantan) gadis. Pria juga banyak yang galau hati, khawatir tak bisa memuaskan istri. Bahkan ada yang ragu apakah ia bisa ereksi saat “pertempuran” kelak. “Sebenarnya lebih kepada rasa malu, bukan rasa takut seperti pada wanita,” papar dr. Silvia.

Pria dihantui rasa malu bila ia gagal menjadi pemimpin pada malam pertama. Itu menimpa mereka yang tak punya pengalaman seksual sama sekali. Sebaliknya, pria yang sebelumnya telah berpengalaman dengan wanita lain, yang timbul justru rasa penasaran, bagaimana rasanya jika dilakukan dengan pasangan sah, masih perawan pula.

Namun, bukan tak mungkin ia justru merasa kurang puas, sebab ia terbiasa menggauli wanita yang agresif dan dibayar untuk melayani misalnya, sementara istrinya hanyalah perempuan lugu yang tak tahu harus berbuat apa pada malam pertama. Sikap sang istri yang tak bereaksi terhadap rangsangan bisa jadi juga membuatnya kecewa.

Jadi, pria berpengalaman saja diganggu kegelisahan, apalagi pria yang masih kosong. Seorang pria muda yang bulan depannya akan menikah pernah mendatangi dr. Silvia dan bertanya, “Saya harus apakan calon istri saya, Dok?” Yang lebih mengherankan, aktivitas ciuman pun ia tak tahu.

Bagi pria pengetahuan tentang wanita amatlah penting. Setidaknya memahami perbedaan anatomi alat genital pria dan wanita. Milik wanita, yang terletak “di dalam” dibandingkan dengan milik pria yang mentereng di luar, perlu perlakuan berbeda. “Untuk buang air kecil saja, (organ genital wanita perlu) diperlakukan dengan lembut,” ujar dr. Silvia.

Puncak kekhawatiran pria, dalam menghadapi barang lembut milik istrinya di malam pertama, selain disfungsi ereksi (DE), adalah juga ejakulasi dini (ED). Sebenarnya, DE terjadi mungkin saja karena gugup hati, atau tak mengerti cara merangsang dan dirangsang, atau akumulasi rasa bersalah akibat sebelumnya suka main perempuan, dan sebagainya.

Sedang ED hal yang wajar, mengingat penis dalam proses adaptasi dengan vagina. Tapi mungkin kuncinya ada pada pengendalian diri, terutama mengendalikan nafsu birahi. “Pria memang harus panjang sabar dan jangan egois,” pesan dr. Silvia. Artinya, jangan cuma mengejar orgasme sendiri. Begitu ejakulasi, langsung balik badan, tak mempedulikan istri yang masih trauma dengan keadaan yang baru pertama dialami seumur hidupnya.

MEMAHAMI PASANGAN
Rustam sang pengacara, yang disebutkan di atas, adalah tipe suami yang memahami pasangan nya. Ia tak serta merta memperlakukan istrinya secara tidak semena-mena. Ia sadari, dalam keadaan ereksi, penis teramat keras, yang akan menyebabkan iritasi serius pada vagina istri. Karenanya, Rustam, berusaha keras menahan diri menuntun Rini melewati fase pemanasan hingga siap secara fisikal dan emosional.

Dr. Silvia membenarkan, “Siklus seksual wanita memang harus diawali foreplay. Bisa dengan memeluk, mencium, menyentuh bagian-bagian peka rangsang dan sebagainya. Baru setelah terangsang, ditandai dengan perlendiran pada vagina, penetrasi bisa dilakukan.”

Berapa lama foreplay layak dilakukan? Tergantung, tak ada standar waktu. Komunikasi antarkeduanya yang menentukan, apakah pasangan itu sudah siap “tempur”. “Kalau wanitanya sudah takut duluan, tentu dibutuhkan waktu lebih lama lagi,” sambung dr. Silvia.

Bagaimana jika selagi pemanasan, si pria keburu ejakulasi? Agaknya memang rata-rata pengantin baru mengalami hal ini. Malam pertama biasa diisi beberapa kali upaya penetrasi. Ada yang sukses, ada pula yang perlu mengulanginya pada malam-malam berikutnya. Di sinilah dibutuhkan pengertian timbal balik dari pihak wanita.

Seberapa pun besar ukuran penis suami, terimalah itu sebagai anugerah. Sebab, menurut dr. Silvia, “Kedalaman vagina ‘kan hanya 9 cm. Sepanjang berapa pun panjang penis, yang dibutuhkan justru tidak panjang-panjang. Apalagi letak G-spot ‘kan tak jauh dari mulut vagina, hanya sekitar 3 cm.” Jadi, tidak butuh yang “besar” supaya istri puas.

Bagi wanita yang mungkin pernah punya pengalaman seks sebelumnya, pantang membandingkan penis suami dengan milik orang lain. Betapa pun, itu miliknya paling berharga dan tonggak harga diri. Termasuk pula daya tahan seksualnya. Ejakulasi dini di malam pertama bukanlah akhir segalanya. Kelak, pada ereksi berikutnya, setelah beradaptasi, perlahan-lahan sang suami akan belajar cara mengendalikan diri.